Minggu, 19 Juli 2026

Indonesia Targetkan Investasi Rp1.750 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 2025

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 29 Februari 2024 | 22:36 WIB
Ilustrasi investasi. (X)
Ilustrasi investasi. (X)

NAWACITAPOST.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Indonesia perlu mendatangkan investasi yang lebih besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025. Airlangga menjelaskan bahwa saat ini porsi konsumsi pemerintah hanya sebesar 15% dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

Oleh karena itu, investasi menjadi sangat penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi.

"Untuk 2025 nanti kita tahu anggaran kita terhadap PDB 15%, sehingga 85% ekonomi kita tidak tergantung pada APBN, dari situ fungsi daripada investasi sangat besar dan ke depan investasi yang dibutuhkan sekitar Rp1.750 triliun," ujar Airlangga, dikutip Kamis (29/2/2024).

Baca Juga: Produksi Garam Indonesia Melonjak, Capai 2,5 Juta Ton di Tahun 2023

Indonesia, kata Airlangga, saat ini tengah dalam proses bergabung dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Indonesia bakal menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang mengajukan diri bergabung dalam organisasi internasional tersebut.

Airlangga yakin bahwa dengan bergabungnya Indonesia menjadi anggota OECD, kinerja investasi dan perdagangan akan terdongkrak. Hal ini dikarenakan Indonesia harus melakukan penyesuaian standar dan kebijakan yang berlaku di antara 38 negara anggota OECD.

Dari sisi investasi, Airlangga menambahkan bahwa Indonesia telah melakukan reformasi struktural melalui Undang-Undang Cipta Kerja, yang telah meningkatkan kepercayaan investor.

Baca Juga: Maksimalkan Peluang Bisnis Ramadhan, Berikut 6 Ide Jualan yang Bisa Anda Coba

"UU Cipta Kerja ini mendapatkan apresiasi, dan juga investasi meningkat karena mereka melihat Indonesia semakin transparan dan regulasinya semakin jelas," jelasnya.

Sementara dari sisi perdagangan, Airlangga mengatakan bahwa Indonesia sudah banyak melakukan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah negara. Misalnya, Indonesia dan European Free Trade Association (Indonesia-EFTA), saat ini juga sedang dirundingkan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini