Kamis, 4 Juni 2026

Alasan Generasi Muda Rentan Terhadap Investasi Bodong dan Pinjol

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 23 Februari 2024 | 11:31 WIB
Ilustrasi pinjol. (Pexels)
Ilustrasi pinjol. (Pexels)

NAWACITAPOST.COM - Generasi Z (Gen Z) dan milenial di Indonesia menjadi kalangan yang paling banyak terjerat investasi bodong dan terjebak pinjaman online (pinjol).

Menurut Financial Planner Expert dari PINA Indonesia, Rista Zwestika, total kerugian akibat investasi bodong dari tahun 2018 hingga 2022 mencapai Rp126 triliun. Investasi bodong yang ditutup sejak 2017 hingga 2023 mencapai 1.218 kasus.

Rista juga mencatat masalah lain yang dihadapi anak muda adalah meningkatnya korban pinjaman online. Pengaduan korban pinjol ilegal dari Januari 2022 hingga Januari 2024 mencapai 39.866 kasus. Sedangkan, pinjol ilegal yang berhasil ditutup sejak 2017 hingga 2023 mencapai 6.680.

Baca Juga: Yasonna Laoly: Ada Upaya Pencurian Suara PDIP untuk Loloskan Partai Tertentu

Berdasarkan data, jumlah penerima pinjaman online usia di bawah 19 tahun mencapai 72.142 orang atau 0,4 persen, dengan jumlah pinjaman mencapai Rp168,87 miliar.

Usia 19-34 tahun mendominasi dengan jumlah peminjam mencapai 10.914.970 orang atau 60,1 persen. Adapun total jumlah pinjaman sebesar Rp26,87 triliun.

Usia 35-54 tahun mencapai 6.489.965 orang atau 35,7 persen dengan jumlah pinjaman Rp17,89 triliun. Sedangkan usia di atas 54 tahun hanya 686.354 orang atau 3,8 persen, dengan jumlah pinjaman Rp1,99 triliun.

Baca Juga: Kemenkumham Sumsel Verifikasi Kepuasan Pelayanan di Lapas Lubuklinggau

Salah satu alasan mengapa milenial dan Gen Z masih banyak menjadi korban investasi bodong adalah karena sebagian besar dari mereka tidak memiliki strategi investasi (69%) dan terlihat kurang sehat secara finansial (85,6%).

Sementara itu, menurut Rista, media sosial juga turut memainkan peran besar dalam mempengaruhi cara pandang dan perilaku finansial generasi muda saat ini.

Influencer tanpa sertifikasi dalam investasi juga turut mempengaruhi keputusan investasi generasi muda.

Baca Juga: Spot Cantik untuk Akhir Pekan, Vilo Gelato Lake Side Tawarkan Konsep Nongkrong Unik di Jakarta Barat

Rista juga menyoroti masalah sandwich generation di Indonesia yang mencapai 77,8%, di mana pembiayaan rumah tangga Lansia ditopang oleh anggota rumah tangga yang bekerja. Hal ini terjadi karena sebagian besar masyarakat Indonesia tidak siap menghadapi pensiun.

Dengan adanya masalah ini, perlu adanya edukasi dan langkah-langkah preventif untuk melindungi generasi muda dari investasi bodong dan pinjaman online yang merugikan.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini