Minggu, 19 Juli 2026

Mahasiswa ITB Protes Skema Pembayaran UKT via Pinjol

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 30 Januari 2024 | 09:47 WIB
Mahasiswa ITB melakukan protes dengan skema pembayaran melalui pinjaman online (pinjol).  (X)
Mahasiswa ITB melakukan protes dengan skema pembayaran melalui pinjaman online (pinjol). (X)

NAWACITAPOST.COM - Sebuah demo mahasiswa di Gedung Rektorat Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Senin (29/1/2024) menjadi bentuk kekecewaan terhadap kebijakan kampus terkait skema pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) melalui pinjaman online (Pinjol). Ketua Kabinet Keluarga Mahasiswa (KM) ITB, Yogi Syahputra, menyatakan bahwa aksi tersebut adalah respons atas kebijakan kampus yang dianggap sangat merugikan mahasiswa.

Demo dilakukan sebagai tindakan kekecewaan terhadap penawaran kampus terkait skema pembayaran UKT melalui pinjaman online yang dianggap memberatkan. Yogi Syahputra mengungkapkan bahwa upaya komunikasi sebelumnya dengan pihak rektorat tidak membuahkan hasil, dan mahasiswa menolak skema cicilan via Pinjol yang menurut mereka memberatkan.

Pihak kampus memberikan solusi dengan memberikan pinjaman sebesar Rp 12,5 juta yang harus dibayarkan dalam rentang waktu 12 bulan dengan total pembayaran mencapai Rp 15,5 juta. Yogi menegaskan bahwa skema ini dinilai sangat memberatkan, dengan kisaran pembayaran mencapai 20 persen yang dianggap tidak wajar.

Baca Juga: Berhasil Turunkan Kemiskinan, Berikut 7 Inovasi Sukses Ganjar Selama Pimpin Jawa Tengah

"Itu berkisar pada kisaran 20 persen dan sangat memberatkan," kata Yogi, dikutip Selasa (30/1/2024).

Dampak dari UKT yang tinggi membuat puluhan mahasiswa sulit melunasi biaya tersebut dan terancam tidak dapat melanjutkan studi. Yogi menyebut bahwa hingga saat ini, ada 93 mahasiswa yang masih terancam tidak bisa kuliah, meskipun upaya bantuan dari alumni terus diupayakan.

Selain itu, kampus juga mengharuskan mahasiswa yang tidak mampu melunasi UKT untuk mengambil cuti, meskipun diwajibkan membayar setengah biaya UKT. Yogi mengecam kebijakan ini sebagai tidak masuk akal.

Mahasiswa ITB tidak menolak membayar UKT, namun, tingginya nominal UKT dinilai membebani ekonomi keluarga mahasiswa. Dalam tuntutannya, mahasiswa ingin pihak rektorat mengambil keputusan yang bijak dan memberikan solusi konkret yang berkeadilan bagi seluruh mahasiswa.

Baca Juga: Medan Zoo Ditutup Sementara untuk Renovasi, Bobby Nasution Dorong Investasi Swasta

Demo ini merupakan upaya mahasiswa ITB untuk menekankan pentingnya kebijakan kampus yang adil dan merata, sehingga pendidikan tinggi dapat diakses dengan lebih terjangkau dan berkeadilan bagi seluruh elemen masyarakat. Aksi mahasiswa ini mendorong pihak kampus untuk merespons dengan bijak guna menciptakan solusi yang dapat diterima oleh semua pihak terkait.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini