“Mau tidak mau, kita harus menerimanya dan menghidupinya. Gereja pun harus menjadi bagian yang menyuarakan Indonesia, meredam potensi perpecahan, serta memperkuat identitas kebangsaan di tengah tantangan global,” tambah Yasonna.
Sinergi Iman dan Nasionalisme
Acara yang berlangsung hingga siang hari itu ditutup dengan ajakan bersama untuk memperkuat sinergi iman dan nasionalisme. Gereja, lembaga pendidikan teologi, dan negara diharapkan berjalan seiring dalam membangun bangsa yang adil, damai, dan bermartabat.