“Mau tidak mau, kita harus menerimanya dan menghidupinya. Gereja pun harus menjadi bagian yang menyuarakan Indonesia, meredam potensi perpecahan, serta memperkuat identitas kebangsaan di tengah tantangan global,” tambah Yasonna.
Sinergi Iman dan Nasionalisme
Acara yang berlangsung hingga siang hari itu ditutup dengan ajakan bersama untuk memperkuat sinergi iman dan nasionalisme. Gereja, lembaga pendidikan teologi, dan negara diharapkan berjalan seiring dalam membangun bangsa yang adil, damai, dan bermartabat.
Artikel Terkait
Upacara HUT RI ke 80, Merajut Kemerdekaan dengan Semangat Pembinaan Warga Binaan di Lapas Kelas IIA Rantauprapat
Diduga Jual Diatas HET, Harga Pupuk Subsidi di Poktan Guno Sakti Capai Harga Rp150.000
Cak Yebe: Proyek Dakel Tak Boleh Berhenti di Tengah Jalan!
Budi Leksono Terima Kunjungan UPN Jatim: Dorong Mahasiswa Aktif dalam Demokrasi
Lapas Muara Teweh Optimalkan Pelayanan Publik Melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP)