nasional

Indonesia Jadi Lokasi Uji Klinis Vaksin TBC Bill Gates, Ini Penjelasan BPOM  

Jumat, 16 Mei 2025 | 11:20 WIB
Vaksin TBC Bill Gates masuki uji klinis di Indonesia. (X)

 

NAWACITAPOST.COM - Indonesia menjadi salah satu lokasi penting dalam uji coba vaksin Tuberkulosis (TBC) yang dikembangkan oleh Bill and Melinda Gates Foundation. Vaksin ini merupakan hasil kerja sama antara perusahaan farmasi GlaxoSmithKline (GSK) dan lembaga riset Aeras.

Penunjukan Indonesia sebagai tempat uji klinis bukan tanpa alasan, mengingat Indonesia merupakan negara kedua dengan jumlah kasus TBC terbanyak di dunia setelah India. Uji coba ini dilakukan sebagai bagian dari upaya global untuk menanggulangi penyakit yang masih menjadi beban kesehatan masyarakat.

Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menjelaskan bahwa pelaksanaan uji klinis vaksin ini diawasi secara ketat oleh sejumlah lembaga kredibel. “Uji klinis tersebut dipantau oleh World Health Organization (WHO), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), rumah sakit (RS), hingga sejumlah universitas,” ujarnya.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, menyatakan bahwa vaksin TBC ini telah melalui proses uji klinis fase 1 dan 2 yang difokuskan pada keamanan dan penentuan dosis. Kedua fase tersebut dilakukan di negara maju seperti Swiss.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Instagram)

“Uji klinis fase 1 ini bukan di negara seperti kita, di negara Eropa, di Swiss, itu negara maju. Uji (fase) tiga sudah melalui proses yang panjang, maka efek samping yang dikhawatirkan saya kira bisa ditolerir,” kata Taruna.

Setelah melalui evaluasi ilmiah oleh tim independen, BPOM akhirnya memberikan izin uji klinis fase 3 di Indonesia. Tim evaluasi tersebut berasal dari Komite Nasional Evaluasi Obat dan terdiri dari profesor-profesor dari universitas ternama seperti Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung.

Tujuan dari uji klinis tahap ini adalah memastikan efikasi atau kemampuan vaksin dalam mencegah TBC. “Yang jelas bahwa BPOM telah memutuskan memberikan approval terhadap uji klinis fase 3 ini,” ujar Taruna.

Terkait efek samping, Taruna menegaskan bahwa temuan dari uji klinis sebelumnya menunjukkan bahwa reaksi yang muncul umumnya ringan. Menurut Taruna, hal ini menunjukkan bahwa vaksin relatif aman untuk diuji lebih lanjut di Indonesia.

Baca Juga: 5 Ormas dengan Anggota Terbanyak di Indonesia: dari NU hingga Pemuda Pancasila  

“Efek samping yang diperlihatkan memang ada demam, ada peningkatan suhu pada tahap-tahap awal, itu sama dengan vaksin pada umumnya. Tapi tidak ada yang berefek pada risiko yang berbahaya, misalnya membahayakan jiwa,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa uji klinis ini justru penting bagi Indonesia karena vaksin bisa menjadi solusi atas tingginya angka penderita TBC di tanah air. “Penyakit TBC terbesar kedua di dunia itu ada di Indonesia, yang pertama di India, yang kedua di Indonesia. Artinya, masyarakat kita, rakyat kita sangat membutuhkan pengobatan,” tuturnya.

Oleh karena itu, Indonesia dianggap sebagai lokasi strategis untuk uji efektivitas vaksin pada populasi yang relevan. Di tengah pelaksanaan uji klinis ini, BPOM menegaskan komitmennya untuk melindungi masyarakat. Taruna menolak anggapan bahwa rakyat Indonesia dijadikan objek semata dalam penelitian.

Halaman:

Tags

Terkini