Kamis, 16 Juli 2026

5 Ormas dengan Anggota Terbanyak di Indonesia: dari NU hingga Pemuda Pancasila  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 16 Mei 2025 | 10:31 WIB
GRIB Jaya atau Gerakan Rakyat Indonesia Baru adalah ormas yang didirikan oleh Rosario de Marshall atau Hercule.  (X)
GRIB Jaya atau Gerakan Rakyat Indonesia Baru adalah ormas yang didirikan oleh Rosario de Marshall atau Hercule. (X)

 

NAWACITAPOST.COM - Jumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini mencerminkan dinamika sosial yang kompleks dan beragam, mencakup ormas keagamaan hingga kemasyarakatan.

Ormas menjadi wadah partisipasi masyarakat dalam berbagai bidang, mulai dari keagamaan, sosial, pendidikan, hingga advokasi kebijakan publik. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri per 5 Maret 2024, tercatat ada 554.692 ormas di seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, hanya 1.530 yang memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dan sebanyak 553.162 berbadan hukum. Namun, jumlah ini diyakini belum mencakup keseluruhan ormas yang aktif, karena tidak sedikit di antaranya yang tidak terdaftar secara resmi.

Di antara ratusan ribu ormas tersebut, beberapa memiliki jumlah anggota yang sangat besar dan pengaruh signifikan di tengah masyarakat. Berikut ini lima ormas dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia beserta penjelasan mengenai latar belakang, tujuan, dan kontribusi mereka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Instagram)

1. Nahdlatul Ulama (NU)

Nahdlatul Ulama atau NU merupakan organisasi keagamaan Islam terbesar di Indonesia. Didirikan pada 31 Januari 1926 oleh KH Hasyim Asy'ari, NU berpegang pada paham Ahlussunnah Wal Jamaah dan berperan penting dalam menjaga nilai-nilai tradisional Islam di tengah modernisasi.

NU memiliki landasan pemikiran yang tercermin dalam Kitab Qanun Asasi dan Kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah, yang menjadi pedoman dalam kehidupan sosial dan keagamaan warganya. Berdasarkan pernyataan KH Said Aqil Siroj dalam Muktamar ke-34 NU pada tahun 2021, jumlah warga Nahdliyin diperkirakan mencapai lebih dari 90 juta orang.

2. Muhammadiyah

Muhammadiyah adalah organisasi Islam modernis yang berdiri pada 18 November 1912 di Yogyakarta atas prakarsa KH Ahmad Dahlan. Muhammadiyah menekankan pada pembaruan dalam pendidikan dan dakwah Islam yang berbasis pada akal dan kemajuan zaman.

Organisasi ini dikenal luas melalui jaringan sekolah, rumah sakit, dan universitas yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48 tahun 2022, Ketua Umum Haedar Nashir menyampaikan bahwa jumlah anggota dan simpatisan Muhammadiyah diperkirakan mencapai 40 hingga 50 juta orang di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Baringin Panggabean dan Kisah Kasih Tuhan kepada Keluarga Besar Maraden Panggabean di Pansur Napitu, Tarutung

3. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI)

PGI merupakan organisasi yang menaungi gereja-gereja Protestan di Indonesia. Didirikan pada 25 Mei 1950 dengan nama awal Dewan Gereja-Gereja di Indonesia (DGI), PGI kini mencakup 97 sinode gereja dari berbagai latar belakang etnis dan budaya.

Beberapa di antaranya adalah HKBP, GBKP, BNKP, dan GMI. PGI aktif dalam isu-isu sosial seperti toleransi, perdamaian, dan pemberdayaan masyarakat. Jumlah umat Kristen Protestan yang tergabung dalam gereja-gereja di bawah naungan PGI diperkirakan mencapai sekitar 20 juta orang, sesuai data dari laman PGI dan Kementerian Agama.

4. Pemuda Pancasila

Pemuda Pancasila adalah organisasi kemasyarakatan yang dibentuk pada 28 Oktober 1959 oleh Jenderal Abdul Haris Nasution. Organisasi ini dikenal sebagai kekuatan paramiliter yang mendukung rezim Orde Baru dan memiliki sejarah panjang keterlibatan dalam politik serta keamanan informal.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini