NAWACITAPOST.COM - Kasus mobil dinas RI 36 yang digunakan oleh Raffi Ahmad dan viral di media sosial menuai berbagai tanggapan, salah satunya dari ahli psikolog forensik, Reza Indragiri. Menyoroti jabatan Raffi sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Reza menyampaikan kritik yang cukup tajam.
Menurutnya, jabatan tersebut tidak memiliki urgensi yang jelas, mengingat sudah ada kementerian yang mengurus generasi muda melalui Kemenpora dan seni melalui Kementerian Kebudayaan. Reza bahkan mempertanyakan relevansi jabatan itu jika dibandingkan dengan kebutuhan mendesak lainnya.
"Jabatan utusan khusus yang disandang Raffi bukan jabatan yang penting, toh sudah ada menteri yang mengurusi masalah generasi muda yaitu Kemenpora. Sudah ada juga masalah seni Kementerian Kebudayaan," kata dia.
Tambahan posisi wakil menteri di beberapa kementerian, menurutnya, sudah cukup untuk menangani permasalahan tersebut tanpa perlu adanya jabatan utusan khusus. Lebih jauh, Reza mengungkapkan bahwa meskipun jabatan itu dianggap penting, Raffi Ahmad bukanlah sosok yang cocok untuk mengembannya.
"Raffi seleb kelas wahid, iya. Punya fans, iya, digilai netizen iya. Tapi menjadi pejabat negara, lain lagi urusannya. Pejabat kan digaji, gajinya dari masyarakat," kata Reza.
Ia menegaskan bahwa jabatan tersebut sebaiknya dihapus karena dianggap tidak relevan, apalagi jika diisi oleh figur publik seperti Raffi. Reza juga menyinggung dampak dari jabatan tersebut, seperti keberadaan mobil dinas yang ia nilai tidak perlu.
"Kalau dihapus maka tidak ada lagi mobil dinas yang sok-sok penting, sok-sok sibuk berkeliaran di Jalan Sudirman," tambahnya.
Baca Juga: Sopir Angkot Tolak Rute Baru BisKita, Begini Komentar Warganet
Selain itu, penghapusan jabatan ini juga dinilai dapat mencegah situasi seperti yang dialami oleh Brigadir DK, petugas patwal yang mendapat teguran akibat dianggap arogan saat mengawal mobil dinas tersebut. Reza menyarankan agar pemerintah lebih bijak dalam menentukan kebutuhan jabatan untuk memastikan anggaran publik digunakan secara efisien.
Artikel Terkait
PT KAI Daop 8 Akhirnya Akomodasi Penghuni Rumah Negara Kembali dengan Syarat
10 Jam Berlangsung, Kebakaran Glodok Plaza Belum Sepenuhnya Terkendali
Presiden Korsel Yoon Suk-Yeol Ditangkap Aparat Penegak Hukum, Ini Kronologi dan Penyebabnya
Soroti Soal Investasi BIJB Capai RP 158,97 M, Ketua DPRD Majalengka Dorong Bentuk Pansus
Pemerintah Siap Impor 200 Ribu Sapi, Dukung Program Makan Bergizi Gratis