Kamis, 4 Juni 2026

Viral Mobil Dinas RI 36, Reza Indragiri Minta Jabatan Utusan Khusus Raffi Ahmad Dihapus!  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 16 Januari 2025 | 12:06 WIB
Mobil dinas RI 36 yang digunakan oleh Raffi Ahmad viral di media sosial.  (X)
Mobil dinas RI 36 yang digunakan oleh Raffi Ahmad viral di media sosial. (X)

 

NAWACITAPOST.COM - Kasus mobil dinas RI 36 yang digunakan oleh Raffi Ahmad dan viral di media sosial menuai berbagai tanggapan, salah satunya dari ahli psikolog forensik, Reza Indragiri. Menyoroti jabatan Raffi sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Reza menyampaikan kritik yang cukup tajam.

Menurutnya, jabatan tersebut tidak memiliki urgensi yang jelas, mengingat sudah ada kementerian yang mengurus generasi muda melalui Kemenpora dan seni melalui Kementerian Kebudayaan. Reza bahkan mempertanyakan relevansi jabatan itu jika dibandingkan dengan kebutuhan mendesak lainnya.

"Jabatan utusan khusus yang disandang Raffi bukan jabatan yang penting, toh sudah ada menteri yang mengurusi masalah generasi muda yaitu Kemenpora. Sudah ada juga masalah seni Kementerian Kebudayaan," kata dia.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Instagram)

Tambahan posisi wakil menteri di beberapa kementerian, menurutnya, sudah cukup untuk menangani permasalahan tersebut tanpa perlu adanya jabatan utusan khusus. Lebih jauh, Reza mengungkapkan bahwa meskipun jabatan itu dianggap penting, Raffi Ahmad bukanlah sosok yang cocok untuk mengembannya.

"Raffi seleb kelas wahid, iya. Punya fans, iya, digilai netizen iya. Tapi menjadi pejabat negara, lain lagi urusannya. Pejabat kan digaji, gajinya dari masyarakat," kata Reza.

Ia menegaskan bahwa jabatan tersebut sebaiknya dihapus karena dianggap tidak relevan, apalagi jika diisi oleh figur publik seperti Raffi. Reza juga menyinggung dampak dari jabatan tersebut, seperti keberadaan mobil dinas yang ia nilai tidak perlu.

"Kalau dihapus maka tidak ada lagi mobil dinas yang sok-sok penting, sok-sok sibuk berkeliaran di Jalan Sudirman," tambahnya.

Baca Juga: Sopir Angkot Tolak Rute Baru BisKita, Begini Komentar Warganet  

Selain itu, penghapusan jabatan ini juga dinilai dapat mencegah situasi seperti yang dialami oleh Brigadir DK, petugas patwal yang mendapat teguran akibat dianggap arogan saat mengawal mobil dinas tersebut. Reza menyarankan agar pemerintah lebih bijak dalam menentukan kebutuhan jabatan untuk memastikan anggaran publik digunakan secara efisien.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini