Jumat, 5 Juni 2026

Soroti Soal Investasi BIJB Capai RP 158,97 M, Ketua DPRD Majalengka Dorong Bentuk Pansus

Photo Author
Nurjayakbe, Nawacita Post
- Kamis, 16 Januari 2025 | 11:20 WIB
Ketua DPRD Majalengka Didi Supriadi
Ketua DPRD Majalengka Didi Supriadi

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka mulai menjajaki peluang investasi strategis di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati.

Menurut Ketua DPRD Majalengka Didi Supriadi, rencana investasi tersebut akan dikaji secara komprehensif oleh Panitia Khusus (Pansus).

Didi menegaskan Perda tersebut akan menjadi dasar hukum investasi Pemkab Majalengka di BIJB Kertajati tersebut.

"Soal investasi ke BIJB nanti akan di kaji dan di bahas oleh Pansus. Jika dalam pembahasan Pansus dan pemerintah daerah sepakat, maka akan ditetapkan Perdanya," ungkap Didi Supriadi, Kamis(16/01/2025).

Didi berharap rencana investasi ini dilakukan dengan serius oleh Pemkab Majalengka dengan koordinasi yang baik dengan DPRD Kabupaten Majalengka.

Ditempat terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Majalengka, Dasim Raden Pamungkas, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan penting dengan jajaran direksi PT BIJB.

Dari hasil diskusi tersebut, terungkap adanya peluang besar bagi Pemkab Majalengka untuk mengakuisisi sisa saham portepel BIJB yang belum dimiliki pihak mana pun dengan nilai mencapai Rp 158,97 miliar.

Dasim menambahkan, selama ini dana cadangan tersebut hanya disimpan di bank dengan hasil berupa giro tahunan yang dinilai kurang optimal dari sisi bisnis. Dana cadangan investasi Pemkab Majalengka itu pun diatur dalam Perda Nomor 5 Tahun 2014, sehingga tidak dapat dipergunakan untuk hal lain meski jumlahnya cukup besar.

Dasim mengaku belum mengetahui keuntungan yang didapatkan ketika berinvestasi di BIJB.

“Kita juga DPRD menunggu hasil kajian Pemda Majalengka,” ujar Dasim saat ditanya apakah investasi ini menguntungkan atau tidak.

Sebelumnya, Pemkab Majalengka menyatakan bakal berinvestasi di BIJB Kertajati pada tahun 2025. Pj Bupati Majalengka, Dedi Supandi mengatakan jajaran eksekutif dan legislatif juga tengah membahas mengenai peluang investasi tersebut.

"Diketahui, Pemprov Jabar masih menguasai mayoritas saham BIJB Kertajati sebesar 66,94 persen, disusul PT Angkasa Pura II dengan 25 persen, Koperasi Konsumen Praja Sejahtera 1,2 persen, dan PT Jasa Sarana 0,5 persen. Namun, peluang investasi terbuka lebar karena masih tersisa saham portepel sebesar 6,36 persen atau senilai Rp 158,97 miliar." pungkasnya(Defri Ardiansyah)

Editor: Nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB