NAWACITAPOST.COM - Sejumlah sopir angkot K-11 melakukan aksi pengadangan terhadap BisKita Trans Bekasi Patriot rute Summarecon-Vida pada Selasa (14/1/2025). Kejadian ini berlangsung di depan Pasar Bantargebang, Kota Bekasi. Dugaan utama muncul karena perubahan rute BisKita yang kini melewati area pasar tersebut.
Sebelumnya, BisKita berbelok di lampu merah sebelum pasar, namun kini rutenya diperpanjang untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat sekitar. Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menjelaskan bahwa perubahan rute ini merupakan respons terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan akses transportasi lebih aman dan nyaman.
Menurut Zeno, pemerintah telah berusaha mencari jalan tengah melalui tiga kali audiensi dengan pihak terkait, yakni sopir angkot, pengusaha angkot, dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi. Sayangnya, audiensi yang digelar pada 6, 8, dan 13 Januari 2025 itu tidak membuahkan hasil yang memuaskan.
"Audiensi tak membuahkan kesepakatan," ujar Zeno.
Salah satu solusi yang ditawarkan pemerintah adalah mengintegrasikan sejumlah sopir angkot K-11 ke dalam manajemen BisKita. Selain itu, pemerintah mengusulkan konversi lima angkot menjadi satu armada BisKita. Namun, kedua usulan tersebut tidak mendapat persetujuan dari para sopir maupun pihak pengusaha angkot.
Situasi ini mencerminkan kompleksitas permasalahan transportasi perkotaan yang melibatkan berbagai kepentingan, baik dari sisi operator angkutan maupun masyarakat pengguna. Di media sosial, insiden ini mendapat berbagai tanggapan. Akun Instagram Receh Greget membandingkan situasi Bekasi dengan Tangerang yang sudah mengelola angkot secara terpusat, bahkan menyediakan layanan gratis di beberapa rute.
"Ini aspirasi dari masyarakat untuk memperoleh layanan transportasi yang aman dan nyaman," kata dia.
Baca Juga: 10 Jam Berlangsung, Kebakaran Glodok Plaza Belum Sepenuhnya Terkendali
Rhyanandika78 menulis kekecewaanya terhadap angkot yang dinilai tidak efisien. "Sudah waktunya angkot musnah," katanya dalam akun Instagram.
Sementara itu, Nurina_L mengkritik keras kualitas layanan angkot yang dianggap ugal-ugalan dan kerap menyebabkan kemacetan. Meski begitu, tidak semua tanggapan negatif. Ade Zubaedah menyoroti pentingnya angkot bagi kelompok tertentu, seperti orang tua yang tidak terbiasa menggunakan aplikasi digital untuk layanan transportasi.
"Tapi angkot masih berguna buat ema gue yang gaptek sama Hp," tulis Zubaedah.
Di sisi lain, Arif Wisnu mengusulkan agar rute BisKita diperluas hingga ke kawasan Bekasi Timur Regency (BTR), menunjukkan bahwa sebagian masyarakat melihat pengembangan rute sebagai langkah yang positif. "Tambah rute sampai BTR dong @dishub_bekasikota," katanya.
Artikel Terkait
Wow! 2024 Jadi Tahun Terpanas Sepanjang Sejarah, Suhu Lampaui 1,5 Derajat Celcius
Wow! Hutang Paylater Warga RI Tembus Rp30, 36 Triliun Per November 2024
Pendeta Gideon Saragih Tanggapi Tuduhan Pemalsuan Dokumen Pernikahan, Kuasa Hukum Sebut Ada Kejanggalan
Pelaku Pembunuhan Aktor Sinetron Mak Lampir Sandy Permana Tangkap di Karawang
Pj Gubernur Banten A Damenta Pimpin Rakor Usulan Revisi UMSK Kabupaten/Kota 2025