Minggu, 19 Juli 2026

Wow! Hutang Paylater Warga RI Tembus Rp30, 36 Triliun Per November 2024

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Rabu, 15 Januari 2025 | 16:42 WIB
Utang Paylater Warga RI Tembus Rp30, 36 Triliun
Utang Paylater Warga RI Tembus Rp30, 36 Triliun

NAWACITAPOST.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa total pembiayaan melalui layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau PayLater telah mencapai angka Rp 30,36 triliun hingga November 2024.

Angka tersebut berasal dari kontribusi sektor perbankan dan multifinance yang menawarkan layanan BNPL.

Dibandingkan bulan sebelumnya, yang mencatatkan Rp 29,66 triliun, terjadi peningkatan signifikan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengungkapkan bahwa kredit PayLater dari sektor perbankan mencapai Rp 21,77 triliun, mencatat pertumbuhan tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 42,68 persen.

"Per November 2024, baki debet kredit BNPL menunjukkan pertumbuhan 42,68 persen menjadi Rp 21,77 triliun," ujar Dian dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada Selasa (7/1).

Baca Juga: Hadiah Tahun Baru, Pegadaian Raih Izin OJK untuk Usaha Bulion

Dian menjelaskan bahwa tren positif ini mencerminkan keberhasilan perbankan dalam melakukan ekspansi kredit konsumsi, terutama melalui skema PayLater yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kecil.

"Ini menunjukkan perhatian sektor perbankan terhadap kebutuhan masyarakat, terutama untuk kredit kecil yang sangat dibutuhkan," tambahnya.

Citra Maja City menawarkan berbagai kemudahan untuk memiliki rumah impian. (Citra Maja)

Sementara itu, sektor pembiayaan melalui perusahaan multifinance mencatatkan total kredit BNPL sebesar Rp 8,59 triliun pada periode yang sama.

Agusman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, menyebutkan bahwa angka ini mengalami lonjakan 61,90 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Kredit BNPL melalui perusahaan pembiayaan mencatat kenaikan tahunan sebesar 61,90 persen," ungkap Agusman dalam kesempatan tersebut.

Baca Juga: KPK Ungkap Modus Penyalahgunaan Dana CSR Bank Indonesia dan OJK

Namun, Agusman juga mencatat peningkatan Non-Performing Financing (NPF) Gross untuk BNPL, yang mencapai 2,92 persen pada November 2024, naik dari bulan sebelumnya yang berada di level 2,76 persen.

Halaman:

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini