Jumat, 5 Juni 2026

Ada Demo Tolak Revisi UU Pilkada, Simak Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 22 Agustus 2024 | 10:13 WIB
Ilustrasi penjagaan polisi saat demo.  (X)
Ilustrasi penjagaan polisi saat demo. (X)

NAWACITAPOST.COM - Ribuan buruh dan mahasiswa turun ke jalan hari ini untuk menolak Revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada). Aksi demonstrasi ini digelar di beberapa titik strategis di Jakarta, termasuk di depan Gedung DPR/MPR RI dan kawasan Patung Kuda.

Penolakan ini menyusul langkah DPR RI yang dianggap menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait ambang batas pencalonan kepala daerah. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman menyatakan pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi demonstrasi.

"Rekayasa lalu lintas bersifat situasional," ujarnya kepada wartawan, Kamis (22/8/2024).

Penolakan terhadap Revisi UU Pilkada datang dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari Partai Buruh, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), hingga Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI).

Baca Juga: ILUNI FHUI Kecam Keras Langkah DPR Anulir Putusan MK soal Ambang Batas Pilkada

Mereka turun ke jalan dengan tujuan mengawal dan menentang upaya DPR yang dianggap melemahkan putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024. Sekjen Partai Buruh, Ferri Nuzarli, menyebut bahwa pihaknya akan membawa sekitar 5.000 massa dari kalangan buruh, tani, dan nelayan dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

"Kami akan hadir bersama kawan-kawan buruh, tani, dan nelayan untuk mengawal sidang DPR RI di Baleg," ungkap Ferri.

Sementara itu, BEM UI juga mengorganisir aksi di depan Gedung DPR RI dengan titik kumpul di Lapangan FISIP UI. Mereka menyatakan akan mengawal putusan MK terkait Pilkada mulai pukul 09.00 WIB hari ini.

Seruan aksi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi BEM UI, yang menyatakan bahwa protes ini adalah bentuk kepedulian mahasiswa terhadap penegakan demokrasi dan hukum di Indonesia.

Baca Juga: KIM Plus Ketar Ketir, Partai Non Kursi Bisa Majukan Calon Kepala Daerah Usai Putusan MK

Di lokasi lain, gedung MK juga menjadi titik fokus aksi protes. Eks Aktivis '98, bersama dengan sejumlah guru besar, turut ambil bagian dalam penolakan revisi UU Pilkada.

Ray Rangkuti, salah satu aktivis '98, mengonfirmasi bahwa mereka akan menggelar aksi besar-besaran di depan Gedung MK dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. "Nama-nama yang hadir sudah kita konfirmasi, mereka adalah orang-orang yang punya kepedulian terhadap isu ini," ujarnya.

Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Dalam upaya mengelola arus lalu lintas yang diprediksi padat, beberapa penyesuaian diterapkan di sekitar kawasan gedung DPR/MPR RI. Berikut beberapa rekayasa lalu lintas yang diterapkan:

  1. Kendaraan dari arah Lapangan Tembak menuju Jalan Gatot Subroto akan diputar balik di kolong Sekat 2 atau dialihkan ke tanjakan layang Ladokgi menuju Semanggi.
  2. Kendaraan dari Tol Dalam Kota yang keluar di off ramp Pulo Dua diarahkan lurus ke tol Tomang.
  3. Kendaraan dari Palmerah Timur yang menuju Jalan Gelora diarahkan lurus ke Jalan Tentara Pelajar atau Jalan Permata Hijau.
  4. Kendaraan dari Jalan Gerbang Pemuda menuju Jalan Gelora dialihkan ke Jalan Asia Afrika.
  5. Kendaraan dari Jalan Asia Afrika menuju Lapangan Tembak diarahkan ke Jalan Pintu 1 Senayan atau diputar balik di TL Asia Afrika.
  6. Kendaraan dari arah Semanggi menuju Slipi dialihkan ke Ladokgi, sementara dari arah Slipi menuju Gerbang Pemuda diarahkan ke Semanggi Plaza Mandiri.

Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Patung Kuda

Baca Juga: Christian Panggabean: Persiapan Nawacita Awards 2024 Masuki Tahap Akhir

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini