Sabtu, 7 November 2026

Presiden Prabowo Instruksikan Pembangunan Kereta Api Bali: Hubungkan Bandara Ngurah Rai hingga Canggu

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Sabtu, 7 November 2026 | 21:34 WIB
Presiden Prabowo Subianto membahas rencana pengembangan transportasi bersama Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/11/2026). (Sumber: Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto membahas rencana pengembangan transportasi bersama Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (5/11/2026). (Sumber: Sekretariat Presiden)

NAWACITAPOST.COM — Pulau Dewata Bali berpeluang besar memiliki jaringan kereta api modern yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan deretan kawasan wisata ternama. Langkah strategis ini menjadi salah satu arahan krusial Presiden Prabowo Subianto kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Arahan besar tersebut disampaikan usai Presiden Prabowo menggelar pertemuan mendalam dengan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (5/11/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi bahwa penguatan infrastruktur transportasi dan fasilitas publik menjadi fokus utama perbincangan tersebut.
 

“Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden memberikan sejumlah arahan terkait revitalisasi kawasan Monas dan pembangunan layanan kereta api di Bali,” ujar Teddy.

Menembus Jantung Wisata Bali

Rencana pembangunan rel kereta ini digadang-gadang akan mengubah lanskap mobilitas wisatawan di Bali. Pada tahap awal, koridor transportasi massal ini dirancang untuk mengintegrasikan Bandara Ngurah Rai langsung ke titik-titik pusat keramaian turis.

“Pada tahap awal, jalur tersebut direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan sejumlah kawasan wisata, mulai dari Kuta, Legian, Seminyak, hingga Canggu, serta kawasan di wilayah utara,” tutur Teddy.

Rencana integrasi jalur Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, hingga jangkauan ke Bali utara ini diproyeksikan menjadi alternatif transportasi modern yang memecah kepadatan jalan raya. Kendati demikian, pemerintah hingga kini belum merinci secara detail terkait panjang lintasan, titik stasiun, alokasi anggaran, maupun timeline dimulainya konstruksi.
 

Wajah Baru Kawasan Monas dan Stasiun Gambir

Tidak hanya Bali, gebrakan infrastruktur Presiden Prabowo juga menyasar jantung Ibu Kota. Pemerintah merencanakan revitalisasi total Stasiun Gambir—bangunan bersejarah sejak era 1970-an yang belum pernah mengalami renovasi skala besar.
 
Stasiun ini diproyeksikan bertransformasi menjadi pusat stasiun nasional sekaligus kawasan hiburan dan rekreasi keluarga. Sejalan dengan itu, kawasan Monumen Nasional (Monas) juga akan dipercantik tanpa mengorbankan nilai sejarahnya.
 
Pemerintah bahkan berencana mendirikan Museum Agung Nasional (Grand National Museum) di area Monas sebagai pusat edukasi, sejarah, dan rekreasi bagi generasi muda.

Teddy menegaskan bahwa rangkaian proyek ambisius ini merupakan wujud komitmen Presiden dalam menghadirkan fasilitas publik kelas dunia yang menjadi kebanggaan nasional. Detail teknis pelaksanaan dari setiap proyek masih menunggu pengumuman resmi lanjutan dari pihak pemerintah.(***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini