Sabtu, 7 November 2026

Prabowo Perintahkan Bangun Grand National Museum di Monas, Gambir Turut Direvitalisasi

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Sabtu, 7 November 2026 | 21:33 WIB
Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih ratas di Istana Negara, Kamis (5/11/2026). (Instagram.com/@sekretrait.kabinet)
Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih ratas di Istana Negara, Kamis (5/11/2026). (Instagram.com/@sekretrait.kabinet)

NAWACITAPOST.COM — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi memerintahkan jajarannya untuk memprakarsai pembangunan museum berskala mega, Grand National Museum atau Museum Agung Nasional, yang akan berdiri megah di kawasan ikonik Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
 
Proyek monumental ini digadang-gadang akan mentransformasi wajah pusat Ibu Kota menjadi episentrum sejarah, edukasi, dan rekreasi kelas dunia.

Instruksi strategis tersebut ditegaskan Presiden Prabowo saat memimpin rapat terbatas bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis siang (5/11/2026).
 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa proyek mahakarya ini dirancang sebagai langkah lanjutan dari penataan aset kebudayaan nasional yang tengah berjalan. Pembangunan Grand National Museum akan segera direalisasikan setelah pembenahan infrastruktur museum yang ada selesai dilakukan.

“Setelah selesainya revitalisasi Galeri Nasional dan Museum Gajah, Bapak Presiden ingin Indonesia memiliki museum berskala besar yang menjadi pusat sejarah, pendidikan, hiburan, dan rekreasi, khususnya bagi para pelajar dan generasi muda,” kata Teddy dalam keterangan resminya yang diunggah melalui akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Jumat (6/11/2026).

Visi besar Kepala Negara tidak berhenti pada pembangunan museum semata. Dalam pertemuan yang sama, Presiden Prabowo melayangkan instruksi paralel untuk merombak total Stasiun Gambir.
 
Stasiun bersejarah yang beroperasi sejak era 1970-an tersebut dinilai sudah waktunya bersolek secara menyeluruh mengingat fasilitas tersebut belum pernah tersentuh renovasi berskala besar.
 

Sinergi antara modernisasi transportasi dan ruang publik kebudayaan ini diarahkan untuk mengubah wajah kawasan Gambir dan Monas menjadi integrasi ruang urban yang modern, dinamis, namun tetap mengakar kuat pada nilai-nilai sejarah bangsa.

“Stasiun Gambir diharapkan bisa menjadi pusat stasiun nasional sekaligus kawasan hiburan, wisata, dan rekreasi keluarga di jantung Ibu Kota,” jelas Teddy.

Kebijakan terpadu ini menegaskan komitmen tinggi Kepala Negara dalam menghadirkan sarana publik bermutu tinggi yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini sekaligus diproyeksikan untuk memperkuat kebanggaan nasional (national pride) di mata dunia.

Dia menambahkan, berbagai rencana pengembangan tersebut merupakan bagian dari keinginan Kepala Negara untuk menghadirkan fasilitas publik yang lebih baik bagi masyarakat.
 

Menurutnya, pembangunan dan revitalisasi sejumlah fasilitas tersebut juga diharapkan dapat menjadi kebanggaan nasional sekaligus memperkuat fungsi kawasan pusat Ibu Kota sebagai ruang publik, edukasi, dan rekreasi.(Fifi Abdurahman)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini