NAWACITAPOST.COM — Di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan, komitmen nyata dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan kembali dibuktikan oleh institusi kepabeanan.
Melalui serangkaian langkah strategis yang masif dan terstruktur, Bea Cukai secara konsisten mengambil peran sebagai motor penggerak utama dalam mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai pelosok daerah.
Langkah transformatif ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jangkauan pemasaran, hingga membuka gerbang seluas-luasnya bagi produk lokal untuk menembus pasar internasional.
Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis dari unggahan akun Facebook Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada Jumat, (6/11/2026), gelombang dukungan komprehensif ini diwujudkan secara nyata melalui aksi jemput bola yang digelorakan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Timur II serta Bea Cukai Biak.
Kedua instansi vertikal tersebut terjun langsung ke lapangan guna membedah potensi unggulan daerah sekaligus memberikan asistensi teknis yang mendalam kepada para pelaku usaha lokal.
Asistensi Intensif Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II di Lumajang
Langkah progresif pertama dicatatkan oleh Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II yang pada Rabu (14/10) lalu melaksanakan asistensi intensif kepada kelompok UMKM binaan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Candipuro, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.
Dalam kunjungan strategis tersebut, Bea Cukai memfokuskan pendampingannya pada komoditas gula merah yang dinilai sebagai produk unggulan daerah dengan karakteristik khas dan potensi ekonomi yang sangat tinggi.
Asistensi yang diberikan tidak sekadar bersifat permulaan, melainkan mencakup edukasi komprehensif terkait pengenalan ketentuan ekspor, pemenuhan persyaratan kepabeanan yang ketat, hingga optimalisasi pemanfaatan berbagai fasilitas fiskal dan non-fiskal yang disediakan oleh pemerintah untuk mendukung kegiatan ekspor.
Melalui pendampingan ini, Bea Cukai berupaya keras mendongkrak tingkat kesiapan mental dan manajerial para pelaku UMKM agar benar-benar siap menghadapi persaingan di kancah internasional, sekaligus merangsang keberanian mereka dalam melakukan inovasi dan pengembangan produk baru.
Lebih lanjut, Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II juga secara aktif mendorong terciptanya ekosistem kolaborasi yang sehat di antara sesama pelaku UMKM binaan. Sinergi ini diyakini mampu memperkuat jaringan distribusi, memperluas pangsa pasar, serta melipatgandakan peluang bisnis secara kolektif.
Sinergi Bea Cukai Biak Melalui Program Customs Visit Customer
Di ujung timur Nusantara, langkah tak kalah gemilang ditunjukkan oleh Bea Cukai Biak melalui pelaksanaan program Customs Visit Customer (CVC).
Pada Rabu (21/10), tim dari Bea Cukai Biak menyambangi sejumlah pelaku usaha lokal di Kabupaten Biak Numfor guna melakukan pendataan komprehensif serta mendokumentasikan aktivitas operasional harian CV Garda Mas Biak, sebuah entitas bisnis lokal yang memiliki potensi besar untuk dipasarkan secara luas melalui portal UMKM resmi Kementerian Keuangan.
Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai dan Dukungan Teknis (PKCDT) Bea Cukai Biak, Baskoro Triatmojo, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan kunjungan lapangan ini merupakan manifestasi nyata dari keberpihakan institusi terhadap pengembangan sektor riil di daerah.
Fokus utama dari pembinaan ini adalah membantu para pelaku usaha memperluas horizon pemasaran hingga melampaui batas negara.
"Keberadaan portal UMKM Kementerian Keuangan dapat menjadi sarana promosi yang sangat efektif bagi pelaku usaha melalui katalog produk digital, sehingga produk-produk lokal semakin dikenal luas dan memiliki jangkauan pasar yang jauh lebih masif," ujar Baskoro.
Tidak berhenti pada CV Garda Mas Biak, jangkauan pembinaan Bea Cukai Biak juga merambah sektor perikanan tangkap dan budidaya, khususnya pada komoditas kepiting dan lobster milik seorang pelaku usaha lokal bernama Wilson di wilayah Biak Utara.
Komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi ini sejatinya telah berhasil menembus berbagai kota besar di nusantara, mulai dari Surabaya, Makassar, Jakarta, hingga Bali.
Melihat pencapaian tersebut, Bea Cukai Biak langsung mengambil inisiatif untuk mendorong pengembangan usaha perikanan ini agar mampu melompat ke tangga global dan merambah pasar ekspor internasional.
Kendati demikian, realisasi ekspor komoditas perikanan segar ini masih memerlukan proses koordinasi lintas instansi yang intensif, khususnya dengan pihak karantina, guna memastikan seluruh persyaratan teknis, standar mutu, dan perizinan yang berlaku di negara tujuan dapat terpenuhi secara sempurna.
Komitmen Keberlanjutan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Menanggapi berbagai rangkaian program pendampingan yang masif di daerah, Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Netty Hartawati, memberikan penegasan bahwa pertumbuhan dan eskalasi kelas UMKM merupakan sebuah proses jangka panjang yang mutlak memerlukan pendampingan secara berkelanjutan.
Pendampingan tersebut harus mencakup spektrum yang luas, mulai dari pemahaman mendalam mengenai regulasi kepabeanan, peningkatan kapasitas produksi yang berstandar mutu tinggi, hingga pembukaan akses pasar yang seluas-luasnya.
"UMKM memiliki daya dorong dan potensi yang luar biasa besar untuk bertindak sebagai motor penggerak utama perekonomian daerah. Oleh karena itu, skema pendampingan yang kami jalankan tidak sekadar berhenti pada pengenalan prosedur administrasi ekspor semata, melainkan turut membimbing para pelaku usaha untuk secara konsisten meningkatkan kualitas produk, memahami regulasi yang berlaku, serta membaca dan merebut peluang pasar baru di kancah global. Kami menaruh harapan besar agar ke depannya semakin banyak produk-produk unggulan daerah yang lahir, mampu bersaing secara ketat, dan sukses menembus pasar internasional," ungkap Netty dengan penuh optimisme.
Melalui seluruh rangkaian asistensi, edukasi, dan pendampingan yang terintegrasi ini, Direktorat Jenderal Bea Cukai menegaskan kembali perannya yang strategis di luar fungsi pengawasan konvensional, yakni sebagai fasilitator perdagangan dan industrial assistance.
Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak daya saing UMKM nasional, memperkokoh fondasi pertumbuhan ekonomi daerah, dan menghantarkan produk-produk lokal Indonesia menuju panggung kejayaan global.
Artikel Terkait
Apresiasi Jurnalis Lewat Secangkir Kopi: Inovasi Promedia Group untuk Jurnalisme Berkualitas
Misteri Getaran Tarikan Awal Motor Matic: Jangan Terburu-buru Vonis CVT!
Dua Raksasa Jawa Timur Bergejolak: Bromo Muntahkan Abu, Semeru Semburkan Awan Panas
Eksklusif! Menembus Kompleksitas Hukum Pajak, Iwan Djuniardi Jadi Andalan Suahasil Nazara
Bayang-Bayang Hitam Istana: Peran Kunci Jenderal SU dalam Skandal Penyadapan Presiden Prabowo