NAWACITAPOST.COM – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) semakin memperkuat eksistensinya di industri kepelabuhanan internasional. Perusahaan yang merupakan anak usaha PT Pelindo Terminal Petikemas tersebut berhasil membawa pulang dua penghargaan sekaligus dalam ajang Global Ports Forum (GPF) Awards 2026 di Pullman Singapore Orchard, Singapura, pada 14 Oktober 2026.
Dalam ajang internasional tersebut, TTL meraih penghargaan Port/Terminal of the Year – South East Asia 2026. Sementara itu, Direktur Utama TTL, David P. Sirait, memperoleh penghargaan Port/Terminal Visionary of the Year 2026 atas kepemimpinan dan visinya dalam mendorong kemajuan perusahaan. Jumat (16/10/2026)
Pencapaian ini menjadi pengakuan atas langkah transformasi yang dijalankan TTL untuk membangun terminal petikemas modern dengan mengedepankan efisiensi operasional, inovasi teknologi, pelayanan pelanggan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Penyerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Executive Chairman Global Ports Forum, Thomas Ng. David P. Sirait menerima kedua penghargaan tersebut dengan didampingi jajaran manajemen dan perwakilan TTL.
David menyampaikan bahwa prestasi di tingkat internasional tersebut merupakan hasil sinergi seluruh elemen perusahaan dalam menjalankan transformasi secara konsisten.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi sekaligus motivasi luar biasa bagi kami untuk terus meningkatkan daya saing di tingkat global.
Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan TTL, kepercayaan pelanggan, serta dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar David.
Perkuat Integrasi dan Produktivitas Terminal
Transformasi TTL semakin berkembang setelah integrasi Pelindo lima tahun lalu.
Perusahaan terus memperkuat proses bisnis melalui penyatuan pengelolaan terminal, optimalisasi aset, peningkatan produktivitas, dan digitalisasi layanan kepelabuhanan.
Saat ini, TTL mengelola tiga terminal petikemas, yakni TPK Teluk Lamong, TPK Nilam, dan TPK Berlian. Pengelolaan dalam satu kesatuan operasional tersebut menjadi strategi untuk memperkuat kapasitas pelayanan dan mendukung kelancaran rantai logistik, khususnya di kawasan Surabaya.
Hasil transformasi itu terlihat dari pertumbuhan arus petikemas TTL Group. Hingga Agustus 2026, total arus petikemas tercatat mencapai 2.027.914 TEUs atau meningkat 12,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan lebih tinggi terjadi pada segmen internasional. Arus petikemas internasional mencapai 389.682 TEUs, naik 78,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Capaian tersebut ditopang oleh pengembangan jaringan layanan pelayaran, peningkatan efektivitas operasional, serta penerapan berbagai inovasi untuk mendukung kepastian pelayanan bagi pengguna jasa.
TTL juga mengembangkan Terminal Booking System (TBS), sistem pelayanan kapal EAZI, serta penguatan perencanaan dan pengendalian operasional secara terintegrasi.