Berbagai inovasi ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat proses pelayanan, dan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas terminal.
Teknologi dan Keberlanjutan Jadi Arah Pengembangan
Di tengah persaingan industri pelabuhan yang semakin kompetitif, TTL terus mendorong pengembangan konsep smart terminal melalui pemanfaatan teknologi dalam kegiatan operasional.
TPK Teluk Lamong sebagai salah satu pelopor terminal petikemas semiotomatis di Indonesia telah menggunakan Automated Stacking Crane (ASC), Automated Gate System, serta teknologi Optical Character Recognition (OCR).
Penerapan teknologi tersebut mendukung ketepatan identifikasi petikemas, efisiensi pergerakan barang, dan peningkatan keandalan proses operasional.
Selain digitalisasi, TTL menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian penting dari strategi pengembangan perusahaan.
Berbagai langkah dilakukan melalui elektrifikasi peralatan, penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan, pengembangan fasilitas shore power, serta penguatan pengelolaan lingkungan di area terminal.
Upaya modernisasi juga dilakukan pada terminal yang dikelola TTL, termasuk melalui penambahan peralatan Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) di TPK Nilam.
Melalui perpaduan teknologi dan prinsip green port, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara peningkatan kinerja, efisiensi energi, keselamatan kerja, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Kolaborasi Menjadi Kunci Pertumbuhan
Menurut David, keberhasilan terminal tidak cukup hanya diukur melalui pertumbuhan arus petikemas dan kecanggihan fasilitas.
Kualitas pelayanan, kepercayaan pelanggan, serta kemampuan membangun kolaborasi jangka panjang juga menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing perusahaan.
Penghargaan ini merupakan refleksi dari kerja sama tim, kepercayaan pelanggan, dan dukungan kuat seluruh stakeholder.
Kami meyakini bahwa keberhasilan sebuah terminal dibangun melalui kolaborasi, inovasi, serta komitmen untuk terus memberikan pelayanan yang lebih baik,” ungkapnya.
Komitmen tersebut turut diwujudkan melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
TTL berupaya memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan keterampilan, pengembangan usaha lokal, dan kegiatan pelestarian lingkungan.
Dengan demikian, transformasi perusahaan tidak hanya berorientasi pada pencapaian bisnis, tetapi juga pada penciptaan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.