Kamis, 15 Oktober 2026

Tembus Pasar Dunia, Keripik Tempe dan Singkong Bogor Rajai Komoditas Ekspor Global

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 14 Oktober 2026 | 19:54 WIB

NAWACITAPOST.COM — Langkah takhta produk lokal Indonesia di panggung internasional kian tak terbendung. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) asal Bogor membuktikan taringnya dengan mendobrak barikade pasar global melalui komoditas pangan olahan tradisional.
 
Berbekal inovasi mutu serta pendampingan intensif dari Bea Cukai Bogor, produk keripik tempe dan keripik singkong lokal kini sukses merambah benua Asia, Amerika, hingga Afrika.

Ekspansi agresif ini tidak lepas dari komitmen nyata fungsi industrial assistance dan trade facilitator yang dijalankan Bea Cukai Bogor melalui program Customs Visit Customer (CVC) lewat skema Klinik Ekspor.
 
 
Pendekatan tatap muka langsung ke lokasi UMKM binaan menjadi strategi krusial untuk mengurai dinamika lapangan, memastikan kelancaran arus logistik, serta memperkuat kepatuhan kepabeanan demi keberlanjutan rantai pasok ekspor komoditas lokal.
 

Merespons pentingnya pendampingan di sektor ini, Kepala Kantor Bea Cukai Bogor, Ferry Surfiyanto, menegaskan bahwa pelayanan yang suportif dan kehadiran asistensi yang konsisten di lapangan merupakan kunci utama agar produk lokal memiliki daya saing kuat serta mampu mempertahankan posisi mereka di pasar global.

"Melalui sinergi yang kuat antara pendekatan pelayanan yang suportif dan kreativitas pelaku usaha, Bea Cukai siap mendukung penuh UMKM binaan untuk naik kelas, memperluas jangkauan pasar, dan sukses go internasional demi menggerakkan roda ekonomi nasional," ungkap Ferry.
 

Salah satu potret keberhasilan ini tercermin pada CV Kahla Global Persada (KAHLA), produsen lokal yang didirikan sejak 2014. Perusahaan ini membawa misi besar mengangkat derajat kuliner tradisional ke panggung dunia melalui produk tempe chips bermerek KAHLA—sebuah nama berartikan "Berkah Langit".
 
KAHLA menawarkan keunggulan inovasi varian rasa mulai dari original, rendang, hingga sambal toel. Di tengah tingginya tuntutan standar pangan global, KAHLA unggul dengan formula produk sehat: bebas kolesterol, bebas lemak trans, bebas gluten, bebas MSG, tanpa pengawet, serta bersertifikasi ramah vegan (vegan-friendly).

Konsistensi mutu ketat tersebut mengantarkan KAHLA menembus kualifikasi global hingga mencatatkan ekspor perdana ke Korea Selatan pada 2016. Kini, olahan tempe Bogor tersebut secara rutin melenggang ke rak-rak supermarket di Arab Saudi, Jepang, hingga Amerika Serikat.

Langkah serupa diukir oleh PT Gemilang Agro (AGRO), perusahaan agribisnis berkelanjutan yang dirintis sejak April 2016 dengan mengusung filosofi "Dari Desa untuk Dunia".
 
 
AGRO memproduksi keripik singkong kualitas premium bermerek Yammy Babeh dengan aneka varian rasa kekinian, seperti original, keju, keju pedas, jagung, BBQ, salted egg, rumput laut, hingga balado ijo.
 
Selain keripik singkong, portofolio usahanya mencakup bandrek siap minum (ready to drink), tepung pisang, kecap asin dan manis, serta abon dan kangkung tabur kering dari budi daya mandiri.

Daya saing Yammy Babeh terbukti tangguh saat sukses menembus pasar Brunei Darussalam pada ekspor perdananya tahun 2025. Perusahaan ini terus bergerak dinamis mengawinkan ekspansi pasar digital melalui platform TikTok Shop dan Shopee dengan penetrasi pasar fisik internasional.
 
Melalui komitmen pelestarian lingkungan dan pemberdayaan komunitas, PT Gemilang Agro bahkan baru saja menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk membuka jalur perdagangan baru ke Afrika Selatan.
 

Melalui kegiatan CVC yang berkelanjutan ini, Bea Cukai Bogor menegaskan komitmennya untuk terus hadir mengawal para pelaku usaha dalam negeri, memastikan setiap karya anak bangsa mampu bersaing ketat, naik kelas, serta menyumbang devisa secara signifikan bagi perekonomian nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini