Sabtu, 7 November 2026

Karya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Sabet Dua Penghargaan Bergengsi di AMI Awards 2026

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Sabtu, 7 November 2026 | 21:34 WIB
Lagu Rukun Sama Teman ciptaan Menteri Abdul Mu’ti meraih dua piala AMI Awards 2026 lewat kolaborasi Quinn Salman dan Dwiki Darmawan. (Tangkapan layar Youtube Kemendikdasmen)
Lagu Rukun Sama Teman ciptaan Menteri Abdul Mu’ti meraih dua piala AMI Awards 2026 lewat kolaborasi Quinn Salman dan Dwiki Darmawan. (Tangkapan layar Youtube Kemendikdasmen)

NAWACITAPOST.COM — Panggung seni pertunjukan nasional mendadak diwarnai oleh sebuah kejutan luar biasa yang memadukan dunia birokrasi pemerintahan dengan keindahan estetika seni suara.
 
Di luar dugaan banyak pihak, sebuah karya ciptaan pejabat tinggi negara berhasil menembus ketatnya persaingan industri musik tanah air dan sukses memborong penghargaan bergengsi dalam ajang Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards ke-29.

Malam puncak perhelatan akbar insan musik Indonesia yang diselenggarakan secara megah di Ciputra Artpreneur, Jakarta, pada 4 November lalu, menjadi saksi bisu atas kejayaan lagu anak-anak berjudul Rukun Sama Teman.
 
 
Karya seni adiluhung ini ternyata merupakan hasil perasan ide dan kreativitas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, yang digarap melalui kolaborasi lintas generasi bersama para musisi serta penyanyi muda berbakat tanah air.

Dalam ajang penyerahan penghargaan tertinggi bagi para musisi Indonesia tersebut, Rukun Sama Teman sukses mengamankan dua piala kemenangan dari kategori yang diperebutkan.
 
Dua penghargaan bergengsi masing-masing dipersembahkan kepada penyanyi muda berbakat Quinn Salman dan Prince Poetiray yang keluar sebagai pemenang dalam kategori Duo/Grup/Kolaborasi Anak-anak Terbaik.
 
Sementara itu, maestro musik senior tanah air, Dwiki Darmawan, berhasil mengukuhkan dominasinya dengan menyabet penghargaan untuk kategori Penata Musik Lagu Anak-anak Terbaik.
 

Keberhasilan ganda ini tentu mengundang tanda tanya besar di kalangan penikmat musik nasional mengenai daya tarik magis yang tersimpan di dalam lagu tersebut.
 
Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Sabtu, 7 November 2026, terungkap bahwa lagu Rukun Sama Teman mengangkat esensi persoalan fundamental yang sangat dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari para pelajar di lingkungan satuan pendidikan.

Lagu ini secara tajam menyoroti isu-isu krusial seputar arti penting persahabatan sejati, penanaman nilai-nilai toleransi universal, serta gerakan masif pencegahan perundungan atau bullying yang kerap menghantui dunia sekolah.
 
MelaluiUntaian lirik yang diramu dengan penuh ketulusan, Abdul Mu’ti berkeinginan kuat untuk menyampaikan pesan moral yang sangat mendasar agar anak-anak Indonesia senantiasa saling menghormati, menyayangi sesama, serta menghindari segala bentuk tindakan destruktif yang dapat melukai perasaan teman sebaya.
 

Pesan edukatif yang kuat ini kemudian diterjemahkan secara brilian melalui kemasan artistik yang mempertemukan karakter vokal khas anak-anak dengan kematangan musikalitas tingkat tinggi dari para musisi profesional.
 
Quinn Salman dan Prince Poetiray dipercaya untuk mengisi lini vokal utama, membawakan lagu tersebut dengan penuh penghayatan dan energi positif yang mampu memikat hati para dewan juri serta pendengar musik.

Di sisi lain, keterlibatan Dwiki Darmawan—seorang komposer, penata musik, sekaligus pemain keyboard legendaris yang telah malang melintang di kancah musik nasional dan internasional—memberikan nyawa tersendiri pada aransemen lagu ini.
 
Saat berdiri di atas panggung kehormatan untuk menerima piala kemenangan AMI Awards 2026, Dwiki secara terbuka mengungkapkan bahwa mahakarya tersebut murni lahir dari kepedulian yang mendalam dan tulus dari sosok Abdul Mu’ti terhadap masa depan anak-anak Indonesia.
 

"Rukun Sama Teman dibuat agar kita rukun dengan teman, tidak ada perundungan di sekolah," ujar Dwiki dalam keterangannya, menegaskan misi moral di balik penggarapan lagu tersebut.
Dwiki juga tidak lupa menyampaikan rasa hormat serta apresiasi mendalam kepada sang pencipta lagu, Abdul Mu’ti, serta kepada Quinn Salman dan Prince Poetiray yang telah mendedikasikan talenta mereka dalam proses kreatif pembuatan lagu ini.
 
Kebahagiaan serupa turut dirasakan oleh Quinn Salman. Penyanyi muda berprestasi ini mengaku sangat bersyukur dan senang dapat kembali menorehkan prestasi gemilang bersama Prince Poetiray di panggung nasional.
 
Ia menyimpan harapan besar agar karya yang mereka bawakan mampu menjadi inspirasi nyata bagi anak-anak di seluruh penjuru tanah air untuk membangun hubungan pertemanan yang sehat, harmonis, dan penuh kasih sayang.
 

Perjalanan lagu Rukun Sama Teman menuju tangga juara sendiri terbilang cukup kompetitif. Karya ini sejatinya berhasil menembus ketatnya seleksi dan masuk dalam tiga nominasi sekaligus di bidang musik anak-anak.
 
Kendati kategori Pencipta Lagu Anak-anak Terbaik pada akhirnya diraih oleh tim pencipta lagu Sikilku Iso Muni dari film Na Willa, pencapaian dua kemenangan melalui kolaborasi vokal dan penataan musik membuktikan kualitas artistik yang tidak terbantahkan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, yang turut hadir secara langsung menyaksikan malam penganugerahan tersebut, menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh insan musik dan masyarakat luas yang telah memberikan apresiasi tinggi terhadap karya seninya.
 
Menurut pandangannya, kehadiran lagu Rukun Sama Teman bukanlah sekadar karya hiburan semata, melainkan bagian integral dari strategi besar Kemendikdasmen dalam membangun ekosistem budaya sekolah yang aman, nyaman, serta menyenangkan bagi tumbuh kembang peserta didik.
 

Lebih jauh lagi, substansi lagu ini memiliki korelasi yang sangat erat dengan butir keempat Ikrar Pelajar Pancasila, yang secara tegas menekankan urgensi menjaga kerukunan hidup bersama teman di lingkungan satuan pendidikan.
 
Melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan Abdul Mu’ti, Quinn Salman, Prince Poetiray, dan Dwiki Darmawan, sebuah pesan moral pendidikan karakter akhirnya berhasil menemukan panggung terhormatnya di kancah industri musik nasional.
 
Dua piala AMI Awards 2026 ini sekaligus menjadi monumen pencapaian penting bahwa nilai-nilai persahabatan dan kerukunan layak untuk terus disuarakan kepada generasi penerus bangsa melalui bahasa universal bernama musik.(***)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini