Kamis, 5 November 2026

Kemenkeu ke Awardee LPDP: Ini Bukan Giveaway, Ini Amanah Rakyat!

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Kamis, 5 November 2026 | 19:10 WIB
Ilustrasi beasiswa pendidikan LPDP. (Dok iStock)
Ilustrasi beasiswa pendidikan LPDP. (Dok iStock)

NAWACITAPOST.COM — Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) menegaskan kembali hakikat utama pendanaan pendidikan bagi putra-putri terbaik bangsa.
 
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Nurkholisoh Ibnu Aman menyampaikan pesan mendalam sekaligus peringatan keras kepada para penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) agar senantiasa meluruskan niat dan menanamkan rasa tanggung jawab moral yang tinggi.
 
Kesempatan berharga untuk mengenyam pendidikan tepercaya di jenjang yang lebih tinggi bukanlah sekadar keberuntungan pribadi, melainkan mandat besar yang dibiayai oleh keringat seluruh rakyat Indonesia.
 

Arahan berbobot tersebut disampaikan Nurkholisoh saat memberikan pembekalan dalam kegiatan Persiapan Keberangkatan Penerima Beasiswa LPDP Angkatan 286 yang berlangsung di Asrama Haji Jakarta, Rabu (4/11/2026).
 
Di hadapan ratusan calon awardee yang bersiap menuntut ilmu ke berbagai perguruan tinggi terkemuka, Wamenkeu menggarisbawahi bahwa investasi negara melalui dana abadi pendidikan menuntut imbal balik berupa pengabdian nyata, kepedulian sosial, serta dedikasi tanpa batas untuk kemajuan tanah air.

Nurkholisoh menegaskan, beasiswa LPDP bukan sekadar fasilitas pendidikan, melainkan amanah rakyat yang harus dibalas dengan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

“LPDP itu bukan hadiah, bukan giveaway. Ini adalah amanah. Amanah dari seluruh rakyat Indonesia. Dan orang yang diberi amanah itu wajarnya berterima kasih dengan cara menjadi patriot, orang yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” tegas Nurkholisoh di hadapan para peserta pembekalan yang menyimak dengan khidmat.
 

Lebih lanjut, Wamenkeu memaparkan fakta fundamental di balik keberlangsungan program dana abadi pendidikan tersebut. Seluruh rupiah yang mengalir untuk mendanai biaya kuliah, tunjangan hidup, hingga kebutuhan riset para awardee bersumber langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
 
Pendapatan negara ini dihimpun secara gotong royong dari pajak masyarakat, mulai dari buruh, pekerja formal, hingga para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pelosok nusantara.

Oleh karena itu, Kemenkeu mengharapkan kesadaran penuh dari setiap awardee untuk menjaga komitmen kebangsaan mereka. Setinggi apa pun jenjang akademik yang diraih dan sejauh apa pun melangkah ke belahan dunia mana pun, kewajiban moral untuk kembali dan membangun negeri harus menjadi pegangan utama.

“Pergilah, terbanglah, tapi pulang. Jangan lupa jalan pulang dan jadilah bermanfaat,” pesannya dengan nada dramatis yang menggugah semangat kebangsaan para hadirin.
 

Tidak hanya menekankan pentingnya kepulangan fisik ke tanah air, Nurkholisoh juga mengingatkan para penerima beasiswa agar senantiasa menjunjung tinggi integritas, kepedulian, jiwa patriotisme, serta kemampuan berkolaborasi.
 
Menurutnya, tantangan zaman yang dihadapi Indonesia saat ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan keunggulan intelektual di atas kertas. Keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kontribusi dan manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat luas.

“Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tapi yang dibutuhkan adalah orang pintar yang integritas, punya kepedulian, dan tadi ya, patriot,” ujarnya memperjelas kriteria kepemimpinan masa depan yang dibutuhkan bangsa.

Sebagai bekal navigasi diri di perantauan dan dalam meniti karier masa depan, Nurkholisoh juga mengajak para penerima beasiswa atau awardee LPDP untuk berpegang pada tiga prinsip utama, yakni niat, giat, dan manfaat.
 

Ketiga prinsip tersebut mencakup pentingnya memiliki niat yang lurus dan kuat sejak awal melangkah, bersungguh-sungguh serta pantang menyerah dalam menempuh pendidikan, serta memastikan bahwa setiap tetes ilmu, pengalaman, dan jaringan internasional yang diperoleh kelak dapat dipraktikkan demi memberikan manfaat nyata bagi kemakmuran dan kedaulatan bangsa dan negara Indonesia.(Fifi Abdurahman)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini