Melihat kondisi tersebut, rekan-rekan Andriyono segera meminta bantuan tenaga medis yang berada di lokasi.
Baca Juga: Kekuatan Baru di Bumi Khatulistiwa: Panglima Jilah Resmi Daulat Jadi Pelindung BRN Kalbar!
Operasi Pemadaman Berlangsung Hampir Empat Jam
Kebakaran di TPS liar Kramat Jati membutuhkan waktu penanganan cukup lama karena besarnya tumpukan sampah yang terbakar.
Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 07.11 WIB, sementara api baru berhasil dilokalisasi sekitar pukul 11.35 WIB, atau hampir empat jam kemudian agar tidak merambat ke permukiman warga.
Setelah sempat mendapat penanganan medis di lokasi, Andriyono dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda.
Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil.
"Almarhum mendapat penanganan awal di lokasi sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda dan dinyatakan wafat pada pukul 13.30 WIB," ujar Bayu.
Pengabdian yang Menjadi Teladan
Kepergian Andriyono menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar Damkar DKI Jakarta. Selama bertugas, almarhum dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan selalu mengutamakan keselamatan masyarakat.
Kisah pengabdiannya sekaligus menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi petugas pemadam kebakaran dalam setiap operasi penyelamatan.
Bagi rekan-rekan seprofesinya, Andriyono bukan hanya gugur saat menjalankan tugas, tetapi juga telah menuntaskan pengabdian dengan cara yang selama ini ia yakini sebagai bentuk kehormatan tertinggi bagi seorang petugas pemadam kebakaran.
Artikel Terkait
Drama SPAM Pesawaran: Dendi Dituntut 11 Tahun, Kapan Sekwan Toto Sumedi Terseret ke Kursi Panas?
19 Tahun Pesawaran: Hilal Kemakmuran yang Redup di Tengah Boikot Politik dan Pusaran Korupsi
Dramatis! Pertaruhkan Nasib Warga Kampung Belian, DPRD Kota Batam Gelar RDPU Skala Besar demi Keadilan Lahan
Gebrakan Parlemen Batam: Komisi IV DPRD Dorong Pariwisata Naik Kelas demi Dongkrak Ekonomi Rakyat!
Bukan Lagi Penonton di Tanah Sendiri: Membedah Cetak Biru Gerakan "Betawi Naik Kelas"