Selasa, 22 September 2026

Pekatnya Kabut Asap Kembali Kepung Kalsel, Jarak Pandang Lumpuh dan Kesehatan Terancam

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Selasa, 22 September 2026 | 17:31 WIB
Warga keluhkan kabut asap tebal yang kembali terjadi di Kalimantan Selatan. (Threads/yudi_andika91 - emshihab)
Warga keluhkan kabut asap tebal yang kembali terjadi di Kalimantan Selatan. (Threads/yudi_andika91 - emshihab)

NAWACITAPOST.COMKabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengepung wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).
 
Krisis udara bersih yang melanda sejak Juli hingga September 2026 ini kian memperhatinkan, memicu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat hingga melumpuhkan lalu lintas kendaraan.

Selama tiga bulan terakhir, warga Kalsel dipaksa bertahan hidup di tengah kepungan asap tebal. Selain mengikis jarak pandang secara drastis hingga memicu kecelakaan lalu lintas, kondisi ini juga mengancam keselamatan warga yang beraktivitas sehari-hari.
 

Laporan kembalinya kabut asap tebal ini marak menghiasi media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Threads @yuda_andika91 yang memperlihatkan kondisi berbahaya saat berkendara selepas Subuh pada Selasa (22/9/2026).

“POV Kalimantan Selatan setelah ba’da Subuh. Asap karhutla parah banget,” tulisnya.

Ia membagikan rekaman video yang menunjukkan jarak pandang di jalan raya yang amat terbatas.
 
“Ini gue berangkat kerja kayak gini, jarak pandang paling cuma 1 meter. Enggak keliatan apa-apa, ini mobil tangki di depan juga enggak keliatan, makanya hati-hati,” ujarnya.
 

Dampak buruk jarak pandang juga diunggah oleh akun Threads @ems***b yang terpaksa melaju lambat.
 
“Mau dibiarkan sampai kapan kebakaran di wilayah kami? Korban sudah banyak, warga jatuh sakit ISPA, kerugian ekonomi karena transportasi darat & udara nyaris lumpuh,” keluhnya.
 
Ia menambahkan, “Enggak bisa cepat, jalan 10 km/h aja. Full asap, enggak kelihatan.”

Tebalnya kabut asap memicu insiden kecelakaan. Di Banjarbaru, sebuah truk dilaporkan terbalik akibat jarak pandang yang tertutup total.
 

“Truk terbalik saking tebalnya asap, warga Kalimantan hati-hati saat beraktivitas pagi karena jarak pandang tertutup kabut asap,” tulis akun Threads @ahm*********1.
 
Perekam video kejadian tersebut menengahi, “Posisi jalan enggak kelihatan terbalik di daerah sini, minta tolong orangnya tapi enggak kelihatan. Instansi terkait tolong.”

Paparan asap yang berkepanjangan membuat warga kian menderita. Akun @fftw menuliskan penderitaannya, “Sudah berbulan-bulan enggak ada perubahan, bayangin aja gimana kami di sini nafasnya.”
 
Sementara itu, akun @khaz menuturkan, “Kami menghirup asap seperti ini setiap hari dan hari ini Banjarmasin pekat sekali."
 

Merespons krisis ini, Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan mengaktifkan 127 rumah oksigen. Sebanyak 38 titik berada di Banjarbaru, sedangkan sisanya tersebar di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut sebagai wilayah terdampak parah.

“Layanan lapangan siaga karhutla telah menjangkau 46.347 jiwa melalui 90 titik kegiatan selama periode Juli hingga September 2026,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, Diauddin dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026).

Sektor pendidikan ikut terdampak. Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin memutuskan memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) hingga 23 September 2026 untuk jenjang PAUD, SD, hingga SMP.
 
Keputusan perpanjangan PJJ yang ketiga kalinya ini diambil lantaran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Banjarmasin hingga Minggu (20/9/2026) masih menunjukkan kategori berbahaya.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini