Ketua Panitia Pelaksana UB Halal Summit 2024, Tri Wijaya, menjelaskan bahwa UB Halal Metric akan mengukur bagaimana industri, universitas, dan pemerintah mengaktualisasi proses halal dari hulu hingga hilir dalam bisnis masing-masing.
"Dalam implementasi UB halal metric kita memfasilitasi, tidak hanya terfokus sertifikasi halal pada produk makanan seperti pada umumnya tapi juga mengukur konsep yang lebih luas lagi dalam ekosistem halal tersebut seperti aspek SDM, proses bisnis yang dijalankan, hingga mitra dan penyediaan sarana pendukung lainnya," ungkap Tri Wijaya.
Baca Juga: Ekosistem Toleransi Berlaku untuk Semua Warga Sekolah
Penghargaan UB Halal Award menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Jatim dalam mendukung dan memajukan industri halal di wilayahnya.
Semangat untuk menciptakan ekosistem halal yang komprehensif dan berdaya saing terus diperkuat, sebagai bagian dari upaya mencapai visi Jatim sebagai pusat industri halal di Indonesia.***
Artikel Terkait
Dyah Katarina: Pos PAUD Terpadu sedang 'Diuji'
Dyah Katarina: Reses Bukan Ajang Kampanye, Tapi Kulakan Aspirasi Warga!
Anas Karno Tekankan Pentingnya Skill dari Perguruan Tinggi untuk Ekonomi Warga Surabaya
P3I Jatim Siapkan Judicial Review Terkait Kebijakan Pajak Reklame Pemkot Surabaya
Dyah Katarina: Pos PAUD Terpadu Surabaya Tidak Baik-baik Saja!
Puluhan Ribu Kader Banteng se-Jatim Hadiri Kampanye Ganjar di GOR Sidoarjo
Wakil ketua Komisi B mendorong Percepatan pembangunan SLB Negeri khusus warga Surabaya
Kulakan Aspirasi, Dyah Katarina Soroti Program Pelatihan hingga janji Carikan Solusi bu Paiman warga Karah
Prihatin Kasus Asusila di Surabaya, DPRD minta DP3APPKB dampingi korban di Shelter
Gus Muhdlor Sayembara-kan Nama dan Logo RSUD Sidoarjo, Total Hadiah Rp. 51 Juta