NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) meraih penghargaan prestisius Universitas Brawijaya (UB) Halal Award kategori Pemerintah Daerah Produk Halal.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin dalam acara Brawijaya Halal Summit 2024 di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, Malang, pada Jumat (19/1/2024).
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menerima penghargaan tersebut atas nama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Penghargaan ini menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam mengembangkan ekosistem halal di wilayahnya.
Baca Juga: Gus Muhdlor Sayembara-kan Nama dan Logo RSUD Sidoarjo, Total Hadiah Rp. 51 Juta
Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada semua pelaku industri halal di Jatim. UB Halal Award diharapkan menjadi pendorong bagi Pemprov Jatim untuk terus memajukan ekosistem halal di daerah tersebut.
"Alhamdulillah penghargaan ini menjadi bukti sekaligus penyemangat kita untuk terus mengembangkan ekosistem halal di Jawa Timur," ujarnya.
Khofifah mengakui pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademik seperti Universitas Brawijaya. Dukungan ini dianggap sebagai penguat komitmen dan apresiasi terhadap upaya Pemprov Jatim dalam mengembangkan ekosistem halal.
Baca Juga: Prihatin Kasus Asusila di Surabaya, DPRD minta DP3APPKB dampingi korban di Shelter
"Bahwa dukungan itu akan menjadi penguat kita. Apresiasi dari Universitas Brawijaya ini menurut saya juga bagian dari support UB kepada Pemprov Jatim. Tentunya kita akan bersama-sama dengan seluruh stakeholder mengembangkan ekosistem halal di Jawa Timur," ungkapnya.
Dalam menjalankan komitmen tersebut, Pemprov Jatim terus mendorong percepatan pengembangan industri halal. Langkah-langkah yang diambil antara lain memfasilitasi sertifikasi halal bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM), pengembangan infrastruktur halal, dan pelatihan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) halal.
Berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) per 3 Januari 2024, sebanyak 252.490 sertifikat halal telah diterbitkan untuk pelaku usaha di Jatim. Lebih dari 98% dari total sertifikat tersebut diberikan kepada Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa sertifikasi halal menjadi langkah penting bagi pelaku usaha untuk masuk ke dalam industri halal.
Pasar halal global terus tumbuh, dan permintaan produk halal semakin meningkat di berbagai sektor, termasuk makanan, fesyen, farmasi, kosmetik, pariwisata, media, rekreasi, dan keuangan syariah.
Artikel Terkait
Dyah Katarina: Pos PAUD Terpadu sedang 'Diuji'
Dyah Katarina: Reses Bukan Ajang Kampanye, Tapi Kulakan Aspirasi Warga!
Anas Karno Tekankan Pentingnya Skill dari Perguruan Tinggi untuk Ekonomi Warga Surabaya
P3I Jatim Siapkan Judicial Review Terkait Kebijakan Pajak Reklame Pemkot Surabaya
Dyah Katarina: Pos PAUD Terpadu Surabaya Tidak Baik-baik Saja!
Puluhan Ribu Kader Banteng se-Jatim Hadiri Kampanye Ganjar di GOR Sidoarjo
Wakil ketua Komisi B mendorong Percepatan pembangunan SLB Negeri khusus warga Surabaya
Kulakan Aspirasi, Dyah Katarina Soroti Program Pelatihan hingga janji Carikan Solusi bu Paiman warga Karah
Prihatin Kasus Asusila di Surabaya, DPRD minta DP3APPKB dampingi korban di Shelter
Gus Muhdlor Sayembara-kan Nama dan Logo RSUD Sidoarjo, Total Hadiah Rp. 51 Juta