Dalam rangka mengoptimalkan proses sertifikasi halal, Gubernur Khofifah terus mendorong kerjasama antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan lembaga lainnya.
Baca Juga: Wakil ketua Komisi B mendorong Percepatan pembangunan SLB Negeri khusus warga Surabaya
"Jika proses sertifikasi halal dioptimalkan, maka produk-produk halal dari Jatim akan bisa memberikan support lebih signifikan bagi pemenuhan kebutuhan unggas tidak hanya pada saat musim haji tapi juga Umrah saat Ramadan. Serta perluasan pasar ke negara Organisasi Konferensi Islam (OKI). Tentunya ini dilakukan dengan sinergitas di antara seluruh pelaku usaha dan industri," tambah Khofifah.
Sertifikasi halal menjadi salah satu upaya Pemprov Jatim untuk menjadikan daerah tersebut sebagai pusat industri halal di Indonesia. Gubernur Khofifah optimistis bahwa Jatim akan menjadi pusat Halal Value Chain (HVC) di masa mendatang.
Dalam konteks pengembangan ekosistem halal, Pemprov Jatim juga aktif dalam pembentukan pusat-pusat halal (Halal Center). Hal ini bertujuan untuk memberikan pendampingan halal kepada industri, khususnya Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta lembaga yang menghasilkan rekomendasi teknologi dalam pengembangan industri halal.
Baca Juga: P3I Jatim Siapkan Judicial Review Terkait Kebijakan Pajak Reklame Pemkot Surabaya
Pemprov Jatim juga fokus pada peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) halal, seperti auditor halal, Penyelia Halal, Pendamping PPH, dan pengoptimalan Sistem Informasi Produk Halal (SIPAHALA).
Dalam upaya pengembangan ekosistem halal, Pemprov Jatim menjalin kerjasama dengan Islamic Development Bank (IsDB) di Jeddah, Saudi Arabia pada 8 Januari 2024.
Kerjasama ini melibatkan peningkatan standar kualitas produk halal UMKM Jatim, pelatihan juru sembelih sesuai syariat Islam dan medis, serta pemasaran produk halal ke negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Baca Juga: Anas Karno Tekankan Pentingnya Skill dari Perguruan Tinggi untuk Ekonomi Warga Surabaya
Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi terhadap peluncuran UB Halal Center dan UB Halal Metric dalam Brawijaya Halal Summit 2024. Menurutnya, fasilitas baru ini akan memberikan semangat bagi semua pihak untuk mengembangkan ekosistem halal di Jatim.
"Peluncuran UB Halal Center dan UB Halal Metric hari ini oleh Pak Wapres akan menjadi penguat dan suntikan bagi kita semua untuk terus mengembangkan ekosistem halal di Jawa Timur," katanya.
UB Halal adalah ekosistem halal yang dikembangkan di lingkungan Universitas Brawijaya, termasuk melalui pusat studi halal thoyyib dan pengembangan UB Halal Metric.
Baca Juga: Dyah Katarina: Pos PAUD Terpadu sedang 'Diuji'
UB Halal Metric sendiri adalah instrumen yang digunakan untuk mengukur implementasi konsep ekosistem halal secara komprehensif di sektor perguruan tinggi, industri, dan pemerintahan.
Artikel Terkait
Dyah Katarina: Pos PAUD Terpadu sedang 'Diuji'
Dyah Katarina: Reses Bukan Ajang Kampanye, Tapi Kulakan Aspirasi Warga!
Anas Karno Tekankan Pentingnya Skill dari Perguruan Tinggi untuk Ekonomi Warga Surabaya
P3I Jatim Siapkan Judicial Review Terkait Kebijakan Pajak Reklame Pemkot Surabaya
Dyah Katarina: Pos PAUD Terpadu Surabaya Tidak Baik-baik Saja!
Puluhan Ribu Kader Banteng se-Jatim Hadiri Kampanye Ganjar di GOR Sidoarjo
Wakil ketua Komisi B mendorong Percepatan pembangunan SLB Negeri khusus warga Surabaya
Kulakan Aspirasi, Dyah Katarina Soroti Program Pelatihan hingga janji Carikan Solusi bu Paiman warga Karah
Prihatin Kasus Asusila di Surabaya, DPRD minta DP3APPKB dampingi korban di Shelter
Gus Muhdlor Sayembara-kan Nama dan Logo RSUD Sidoarjo, Total Hadiah Rp. 51 Juta