Jumat, 5 Juni 2026

Gerakan Rakyat Dideklarasikan: Benarkah Kendaraan Politik Baru Anies Baswedan?  

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Jumat, 28 Februari 2025 | 10:00 WIB
Anies Baswedan tidak masuk dalam struktur kepengurusan Gerakan Rakyat. (X)
Anies Baswedan tidak masuk dalam struktur kepengurusan Gerakan Rakyat. (X)

NAWACITAPOST.COM - Sebuah organisasi masyarakat baru bernama Gerakan Rakyat resmi dideklarasikan pada Kamis, 27 Februari 2025, di Jakarta Selatan. Acara deklarasi tersebut menarik perhatian karena dihadiri oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Kehadiran Anies memunculkan spekulasi bahwa Gerakan Rakyat bisa menjadi kendaraan politik barunya untuk kontestasi Pilpres 2029. Gerakan Rakyat sendiri bermula dari kumpulan relawan Anies Baswedan dalam kontestasi politik 2024.

Ketua Umum organisasi ini adalah Sahrin Hamid, yang juga merupakan juru bicara Anies. Sahrin menjelaskan bahwa ide pembentukan Gerakan Rakyat telah ada sejak 2023, dengan konsolidasi awal dilakukan pada 4-6 November 2023 di Bogor.

Ia menegaskan bahwa organisasi ini lahir dari semangat perubahan yang dibangun secara organik oleh para relawan. Dalam pidato sambutannya, Sahrin menegaskan bahwa Gerakan Rakyat akan berfokus pada pendidikan politik bagi masyarakat.

Citra Maja City menawarkan berbagai kemudahan untuk memiliki rumah impian. (Citra Maja)

"Gerakan Rakyat lahir dari semangat perubahan. Berawal dari inisiatif para relawan yang bergerak secara organik hingga pada 4 sampai dengan 6 November di Bogor 2023, kita bersepakat untuk melakukan konsolidasi secara menyeluruh," kata Sahrin, dikutip Sabtu (28/2/2025).

Salah satu program utama yang dicanangkan adalah pendirian sekolah politik kerakyatan yang diberi nama Spartan. Sekolah ini dirancang sebagai wadah edukasi politik bagi masyarakat di berbagai daerah.

Gerakan Rakyat bersifat terbuka untuk semua warga negara Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari berbagai latar belakang politik. Meskipun terbentuk dari jaringan relawan Anies, organisasi ini tidak membatasi keanggotaannya hanya pada pendukungnya.

"Karena ini adalah organisasi kemasyarakatan, maka keanggotaan seharusnya cuma satu, warga negara Indonesia, sudah itu saja," ucap Sahrin.

Baca Juga: Inilah 9 Tersangka Skandal Korupsi Pertamina Patra Niaga Beserta Perannya    

Sahrin menyatakan bahwa keanggotaan dalam organisasi ini hanya berlandaskan pada status kewarganegaraan Indonesia, tanpa ada batasan lainnya. Saat deklarasi berlangsung, tidak ada tokoh politik lain yang tampak hadir selain Anies Baswedan.

Namun, Sahrin menegaskan bahwa Anies tidak masuk dalam struktur kepengurusan Gerakan Rakyat. Perannya lebih sebagai tokoh inspirasi dan simbol semangat perubahan yang menjadi landasan organisasi ini.

Spekulasi bahwa Gerakan Rakyat akan bertransformasi menjadi partai politik di masa depan langsung ditepis oleh Sahrin. Ia menegaskan bahwa saat ini fokus organisasi adalah membangun struktur yang solid sebagai ormas berbadan hukum.

Hal senada juga diungkapkan oleh Anies yang menyatakan bahwa anggapan Gerakan Rakyat akan menjadi partai politik masih terlalu jauh untuk dibahas saat ini. Dalam kesempatan yang sama, Anies menjelaskan bahwa kehadirannya dalam deklarasi ini semata-mata karena menerima undangan.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini