NAWACITAPOST.COM — Di balik dinding kokoh Gedung DPRD Kota Padangsidimpuan, sebuah seremoni politik baru saja digelar. Foto resmi yang dirilis menampilkan senyum dan jabat tangan formal. Di atas kertas, agenda tersebut adalah Rapat Paripurna Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025, Selasa (30/6/2026).
Namun, di bawah lampu gantung ruang sidang, aroma konspirasi justru tercium menyengat. Publik kini bertanya-tanya: Apakah rapat yang dipimpin langsung oleh Srifitrah Munawaroh Nasution Ketua DPRD, ini benar-benar wujud akuntabilitas, atau justru sebuah langkah strategis untuk mengunci rapat-rapat sebuah skandal besar?
WTP BPK: Tameng Administrasi di Atas Penderitaan Rakyat
Hanya berselang sebulan setelah laporan keuangan daerah menerima predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Sumatera Utara pada 29 Mei lalu, rapat darurat ini justru memicu kecurigaan mendalam.
Baca Juga: Sabotase Digital: Di Balik Misteri Lenyapnya Setengah Miliar Rupiah di Dinkes Kapuas Hulu
Secara administratif, rapat ini legal. Namun secara etis, momentumnya dipaksakan. Saat desakan agar KPK dan Kejaksaan Agung turun tangan memeriksa keuangan daerah menguat, ruang sidang paripurna justru mendadak dikebut.
Kontras yang Menyakitkan: Di atas kertas, anggaran dinyatakan bersih dan akuntabel. Namun di lapangan, suara jeritan warga korban banjir yang tak kunjung menerima haknya menjadi bukti hidup bahwa ada jurang pemisah yang menganga antara angka laporan dan fakta realitas. Opini WTP diduga kuat hanyalah kedok pemanis administrasi yang gagal menyentuh substansi keadilan.
Tiga Investigasi Tajam: Membongkar Skenario di Balik Pintu Tertutup
1. Forum "Penyamaan Lidah" dan Kesepakatan Tutup Mulut
Muncul dugaan kuat bahwa paripurna ini bukan ruang evaluasi, melainkan sebuah benteng pertahanan. Di bawah komando Srifitrah Munawaroh Nasution, elite eksekutif dan legislatif diduga sengaja duduk bersama untuk menyatukan narasi. Targetnya jelas: merancang satu versi jawaban yang seragam untuk menghadapi serbuan media, desakan masyarakat, dan kejaran aparat penegak hukum terkait misteri hilangnya dana bencana.
2. Sang Ketua di Pusaran Anggaran
Sebagai pemegang palu tertinggi di legislatif, Srifitrah Munawaroh Nasution kini berada di bawah sorotan lampu paling terang. Ia dituding mengetahui—bahkan merestui—pemangkasan anggaran yang ugal-ugalan tanpa melalui sidang dengar pendapat terbuka:
Baca Juga: Skandal Air Bersih Flores Timur: Rp9,5 Miliar Menguap, Tiga Aktor Utama Dijebloskan ke Jeruji Besi!
-
Dana Bencana Alam: Dipangkas secara kejam sebesar Rp1,635 miliar.
-
Bantuan Sosial (Bansos): Dikurangi sebesar Rp308 juta.
-
Anggaran Infrastruktur: Dikepras hingga Rp14,75 miliar.
3. Retorika Kosong Berlabel "Transparan"
Klaim transparan dinilai tak lebih dari sekadar kosmetik politik untuk memoles citra yang mulai retak. Jika benar-benar bersih, mengapa pintu rapat tertutup bagi perwakilan korban banjir? Mengapa daftar penerima bantuan dan bukti transfer rekening daerah tak pernah dibuka gamblang ke hadapan publik?
Suara Lantang dari Pengamat dan Aktivis
-
Rajes Manungkalit (Aktivis Pengawas Anggaran):
"Kami tidak tergoda dengan kata-kata manis di papan nama rapat. Kami melihat kenyataannya: rumah warga masih rusak, jalan berlubang, sekolah bocor! Jika rapat ini benar-benar untuk menjaga keuangan negara, mengapa tidak dibuka untuk umum? Kami menduga rapat ini hanya akal-akalan untuk menutupi kebobrokan yang sudah terlanjur tercium."
Tags
Terkini
Rapat Paripurna APBD Padangsidimpuan 2025: Klaim Transparan atau Tameng Penutup Korupsi?
Rabu, 1 Juli 2026 | 21:15 WIBSkandal Dana Bencana Padangsidimpuan: Opini WTP BPK Diduga Jadi 'Tameng' Perampokan Hak Korban Banjir!
Rabu, 1 Juli 2026 | 21:14 WIBJejak Anggaran Bencana 2025 Diduga Dihapus, 'Pakta Kebisuan' Terbentuk, Pengamat Hukum Desak KPK Turun Tangan!
Senin, 29 Juni 2026 | 15:24 WIBKonspirasi Senyap DPRD Diduga Tutupi Nasib 1.133 Rumah Korban Bencana dan Anggaran Pendidikan!
Senin, 29 Juni 2026 | 15:09 WIBSaat Hak Dasar Rakyat Terkatung-katung, Anggaran Plesiran Pejabat Justru Meroket Fantastis!
Minggu, 28 Juni 2026 | 20:06 WIBGeger Jagat Maya Nias Barat Berakhir Damai: Jeritan Hati "Ina Bute" Ternyata Hanya Salah Paham!
Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:57 WIBPanggung Sandiwara Elite di Rumah Dinas, Tangis Rakyat di Balik Puing Banjir Masih Menguap!
Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:57 WIBJanji Solusi Terpadu Sibulutolang, Nyata atau Sekadar Kosmetik Citra?
Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:57 WIBSkandal Rp10 Miliar Diskominfotiksan Pesawaran: Alibi Gaji Pegawai vs Misteri Anggaran yang Menguap
Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:53 WIBProyek Raksasa Cut and Fill Diduga Rampok PAD dan Amankan Kepentingan Korporat
Selasa, 23 Juni 2026 | 20:44 WIBSkandal "Rumah Hantu" Padangsidimpuan, Di Mana Dana Banjir 1.133 KK?
Jumat, 19 Juni 2026 | 16:36 WIBBenang Kusut Birokrasi Tapteng: Hak ASN Tersandera, Ego Antar OPD Saling Silang!
Rabu, 17 Juni 2026 | 10:29 WIBSengkarut Lahan Tol Rp50 Miliar: Soni Laberta Tabuh Genderang Perang, Tantang Bupati Tanggamus Buka Bukti!
Selasa, 16 Juni 2026 | 19:02 WIBDua Dunia Padangsidimpuan: Dokumen Dihias WTP, Realitas Rakyat Dikuras!
Selasa, 16 Juni 2026 | 19:02 WIBPingpong Tanggung Jawab di Balik Bau Busuk Pasar Kedondong, Rakyat Jadi Korban!
Senin, 15 Juni 2026 | 15:15 WIBRatusan Eks Karyawan PT Trijaya Tirta Dharma Tagih Pesangon, Gubernur dan Wali Kota Didesak Turun Tangan!
Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIBMisteri Truk Merah: Aroma "Tangkap Lepas" Solar Subsidi di Dit Polairud Polda Sumut, Warga Desak Propam Turun Tangan!
Minggu, 14 Juni 2026 | 20:05 WIBSkandal Padangsidimpuan — Dana Bantuan Menguap, Wali Kota "Buta" Informasi, Status Wilayah Sengaja Dibolak-Balik?
Jumat, 12 Juni 2026 | 15:55 WIBSkandal Raksasa: Kartel Birokrasi Padangsidimpuan Telanjangi Sektor Bencana dan Pendidikan!
Jumat, 5 Juni 2026 | 14:33 WIBDua Dekade Terpenjara Bau Busuk: Nestapa Warga Robok dan Bayang-Bayang Pidana Penguasa Pesawaran
Rabu, 3 Juni 2026 | 11:32 WIB