ATAMBUA, NawacitaPost.com - Hakikat puasa dan pantang selama masa prapaskah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) adalah doa disertai aksi nyata mengamalkan cinta kasih dengan karya yang dapat dilakukan saat menjalani masa pidana.
Pelaksanaan puasa dan pantang atau mati raga menjadi moment pertobatan bagi Warga Binaan yang dengan berani dan rela memeriksa batin/cara hidup sendiri serta mengorbankan diri untuk melepaskan kehidupan lama yang tidak sejalan dengan ajaran iman.
Pada hari ini, Jumat (01/04), bertempat di Kapela Lapas, pukul 08.00 WITA, Warga Binaan menerima bimbingan rohani oleh Plh. Kasi Binapi & Kegja Yohanes Aluman. Kegiatan dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan cuci tangan.
Kegiatan diawali dengan Ibadah, melalui prosesi yang diiringi dengan menyanyikan lagu. Kegiatan ibadah kemudian dilanjutkan dengan membacakan doa pembuka lalu menyanyikan kidung-kidung pujian kepada Yesus Kristus.
Bacaan diambil dalam Yehezkiel 34:1-31 dengan tema “Bumi Sehat - Manusia Sejahtera” dengan tujuan WBP menyadari bahwa bumi yang sehat dapat mendatangkan kesejahteraan bagi manusia.
Dalam renungnnya, Yohanes mengajak Warga Binaan untuk bertobat serta mengarahkan Warga Binaan melakukan tindakan konkrit merawat bumi. “Bumi, ibu kita membutuhkan uluran tangan kita untuk membuatnya menjadi sehat agar kita juga sehat dan sejahtera” ujarnya.(Humas)