Pada kesempatan yang sama, Imam Syafi'i mengungkapkan bahwa penundaan launching revitalisasi Kota Lama Surabaya dari tanggal 10 hingga 15, dan kini dijadwalkan pada 23 Juni, terjadi karena masih banyak yang perlu dibenahi.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Intensifkan Pengecekan Hewan Kurban di Lapak-Lapak
"Saya berprasangka positif terhadap penundaan ini karena pemerintah kota ingin memastikan segala kekurangan diperbaiki sebelum peluncuran," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya mendengarkan keinginan warga. "Kami ingin memastikan warga tidak tertinggal dalam program ini. Mereka yang telah berkontribusi melalui usaha kecil atau kerajinan harus tetap diberdayakan. Jangan sampai warga kalah dengan pengusaha besar yang mungkin datang nanti," jelas Imam.
Imam juga menambahkan, "Kami bersama dengan Mas Nanang Purwono, seorang ahli sejarah, memberikan edukasi kepada warga tentang sejarah kawasan ini. Misalnya, Gang Balai Kota yang dahulu merupakan pusat pemerintahan Surabaya untuk wilayah timur".
Baca Juga: 1100 Aset Idle di Surabaya akan Disertifikasi dan Dimanfaatkan untuk Masyarakat
"Dengan berbagai upaya edukasi sejarah yang dilakukan, peluncuran Wisata Kota Lama Surabaya diharapkan tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga momen di mana warga setempat bisa berperan aktif dalam memajukan kawasan bersejarah ini," imbuhnya.
Politisi partai NasDem Dapil 1 Surabaya ini juga mengingatkan bahwa beaya untuk revitalisasi kawasan Kota Lama Surabaya sangat besar dan mahal.
Maka dari itu Ia pun menghimbau warga agar ikut berpartisipasi dalam mengisi Kota Lama Surabaya dengan hidup bersih dan rapi karena kampungnya akan banyak di kunjungan tamu tamu. Warga juga diingatkan agar bersih lingkungan.
Baca Juga: Pemkot Surabaya: Izin dan Kesehatan Hewan Kurban Harus Terjamin
“Jangan jemur pakaian sembarangan dan warga sendiri lah yang harus paling tidak rela jika ada pengunjung yang buang sampah sembarangan”, terang Imam.
Sementara itu, Ricky Sutiono, Ketua RT 3/RW 10, Kelurahan Krembangan Selatan, mengharapkan warga memanfaatkan momen launching ini dengan baik.
"Saat acara peluncuran, warga akan berkumpul dan diharapkan dapat memberikan informasi sejarah kepada pengunjung. Kami fokus agar warung-warung sekitar bisa merasakan manfaat dari revitalisasi ini," ujarnya.
Baca Juga: Gebyar SSF 2024 di HJKS ke-731 Surabaya: Transaksi Capai Rp2 Triliun
Ricky juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan. "Masyarakat yang datang ke Kota Lama diharapkan menjaga kebersihan dan keamanan, sehingga kesejahteraan warga setempat dapat meningkat," tambahnya. ***
Artikel Terkait
1100 Aset Idle di Surabaya akan Disertifikasi dan Dimanfaatkan untuk Masyarakat
Pemkot Surabaya Intensifkan Pengecekan Hewan Kurban di Lapak-Lapak
HUT Ke-24 APEKSI, Wali Kota Eri Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Blokir KK Tak Sesuai Alamat, DPRD Surabaya minta Pemkot Pertimbangkan Kendala Warga
Kunjungi Roti Srikaya Agogo G-Walk, Wawali Armuji sebut Surabaya Siap Jadi Kota Ramah UMKM