Minggu, 19 Juli 2026

Persiapan Peluncuran Wisata Kota Lama Surabaya: Warga Dibekali Edukasi Sejarah

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Kamis, 13 Juni 2024 | 06:00 WIB
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi'i, dan Nanang Purwono, pegiat dan aktivis budaya dan sejarah, berfoto bersama warga di wilayah Wisata Kota Lama Surabaya (Nawi)
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi'i, dan Nanang Purwono, pegiat dan aktivis budaya dan sejarah, berfoto bersama warga di wilayah Wisata Kota Lama Surabaya (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Menjelang peluncuran Wisata Kota Lama Surabaya yang tertunda dan dijadwalkan ulang pada 23 Juni 2024, berbagai pihak berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai sejarah kampung di Jalan Glatik dan Mliwis, Krembangan, Surabaya.

Langkah ini juga diambil oleh Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Imam Syafi'i, bersama Nanang Purwono, pegiat dan aktivis budaya dan sejarah dari komunitas Puri Aksara Rajapatni Surabaya, yang juga seorang penulis dan eks jurnalis JTV.

Edukasi tersebut dalam upaya memastikan warga setempat agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif dalam pembangunan wisata sejarah ini.

Baca Juga: Kunjungi Roti Srikaya Agogo G-Walk, Wawali Armuji sebut Surabaya Siap Jadi Kota Ramah UMKM

Dalam paparannya, Nanang mengatakan bahwa warga harus bangga bertempat tinggal di kawasan Kota Lama Surabaya. Karena Kota Lama Surabaya ini dulu adalah sebuah ibukota wilayah Pantai Utara Jawa bagian Timur (Java’s van den Oosthoek), yang kepala dadreahnya disebut Gezaghebber.

“Warga harus tau tentang kampungnya. Warga harus bangga dengan lingkungannya, dimana dulu pernah menjadi ibukota wilayah Pantai Utara Jawa Bagian Timur setelah Mataram menyerkan Surabaya kepada VOC pada 1743," jelas Nanang.

Kota Surabaya (Stad van Sourabaya) punya pengaruh luas hingga di luar batas tembok kota. Kota Surabaya adalah kota bertembok, kota yang pernah dikelilingi tembok.

Baca Juga: Blokir KK Tak Sesuai Alamat, DPRD Surabaya minta Pemkot Pertimbangkan Kendala Warga

“Stad van Surabaya adalah kota bertembok. Wilayahnya yang hanya seluas empat hektar ini pernah dibatasi oleh tembok, seperti yang terlihat pada gambar di belakang saya," Nanang sambil menunjukkan gambar peta kota Surabaya pada spanduk acara.

Kala itu, di era VOC dan seterusnya, nama nama jalan yang membelah belah kota menunjukkan adanya infrastruktur kota. Struktur kota Surabaya seperti halnya struktur kota kota di Eropa. Bangsa Eropa memang mengusung konsep sebuah kota untuk Surabaya sebagai kota administrasi.

Karenanya hingga masa Pemerintahan Hindia Belanda, pasca VOC, Surabaya menjadi pusat perkantoran industri perkebunan. Akibatnya di Surabaya banyak dibuka kantor kantor perbankan dan asuransi pada pertengahan abad 19.

Baca Juga: HUT Ke-24 APEKSI, Wali Kota Eri Tekankan Pentingnya Kolaborasi

Menurut Nanang, pemahaman sejarah tidak hanya memperkaya pengetahuan warga tetapi juga membuat mereka menjadi duta yang efektif dalam mempromosikan kawasan ini.

"Dengan mengetahui sejarah, warga bisa bercerita kepada pengunjung, sehingga wisata sejarah Surabaya bisa sejajar dengan Semarang dan Jakarta," tambahnya.

Halaman:

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini