Kamis, 13 Agustus 2026

Parkir Digital Surabaya: Wali Kota Rajin Sidak, Pasar Tugu Pahlawan Tak Tersentuh

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:15 WIB
Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

Ada Kemajuan, Tetapi Jangan Cepat Puas

Pemkot patut mendapat kredit karena digitalisasi mulai menunjukkan hasil.

Jumlah jukir digital meningkat dari sekitar 616 orang pada April menjadi 926 orang pada Juni 2026.

Dishub juga menyebut penerimaan parkir meningkat sekitar 10 persen setelah digitalisasi berjalan efektif.

Tetapi pada Juli 2026, Pemkot masih menemukan sekitar 500 lokasi parkir yang belum menerapkan sistem digital, berdasarkan hasil penyisiran tim gabungan terhadap lokasi usaha parkir. Dari 63 titik yang ditindak pada tahap awal, 62 pelaku usaha kemudian mengurus izin dan mengintegrasikan sistem digital, sedangkan satu lokasi ditutup.

Data ini menunjukkan bahwa pekerjaan rumahnya masih besar.

Karena itu, ukuran keberhasilan parkir digital seharusnya jangan hanya:

berapa banyak QRIS dipasang?

Tetapi juga:

berapa titik yang benar-benar menerapkan tarif resmi;

  • berapa transaksi yang masuk ke rekening yang tepat;
  • berapa jukir menerima haknya tepat waktu;
  • berapa pengaduan masyarakat yang diselesaikan;
  • berapa titik parkir liar yang benar-benar ditutup;
  • berapa kebocoran yang berhasil dicegah;
  • dan berapa PAD yang benar-benar masuk ke kas daerah.

Wali Kota Harus Konsisten

Eri Cahyadi boleh turun ke lapangan.

Bahkan seharusnya memang demikian.

Tetapi turun ke lapangan jangan hanya ketika kamera menyala dan persoalan sedang viral.

Kalau memang ingin menjadikan Surabaya sebagai kota yang tertib dan transparan, maka Pasar Tugu Pahlawan dan titik-titik lain yang dikeluhkan masyarakat juga harus menjadi sasaran pemeriksaan.

Datang tanpa pemberitahuan.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini