Rabu, 12 Agustus 2026

Karhutla Bromo Belum Padam, Menko PMK Minta Pemprov Jatim dan TNI Maksimalkan Penanganan

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Probolinggo, NAWACITAPOST.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Selasa (11/8/2026). Pemerintah pusat meminta seluruh unsur di daerah mengoptimalkan potensi yang dimiliki agar proses pemadaman dapat dipercepat.

Dalam kunjungan tersebut, Menko PMK didampingi Deputi Bidang Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK Lilik Kurniawan serta jajaran BNPB. Rombongan disambut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto, Danlanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza RR Sastranegara, serta unsur Forkopimda.

Sebelum menuju lokasi kebakaran, rombongan menggelar rapat koordinasi di Posko Karhutla Korem 083/Baladhika Jaya. Dalam rapat itu dilaporkan bahwa luas lahan yang terbakar di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah mencapai sekitar 899,38 hektare.

Proses pemadaman terus dilakukan melalui jalur darat menggunakan mobil pemadam kebakaran dan metode manual, serta jalur udara melalui tiga helikopter water bombing. Dari total 34 titik api yang terdeteksi sejak awal kejadian, kini tersisa dua titik api yang masih menjadi fokus pemadaman, yakni di kawasan Dingklik dan wilayah P30.

Menko PMK Pratikno mengapresiasi sinergi BNPB, Pemprov Jawa Timur, TNI, Polri, hingga para relawan dalam menangani kebakaran tersebut. Namun, ia menegaskan koordinasi dan peran pemerintah daerah harus semakin diperkuat.

"Saya kira koornya itu di daerah. Karena BNPB ini banyak sekali yang ditangani. Saya minta Pak Sekda dengan segenap jajarannya dan TNI untuk memaksimalkan perannya dalam penanganan ini," kata Pratikno.
Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto juga meminta BPBD Jawa Timur bersama seluruh unsur yang terlibat menyusun strategi pemadaman yang lebih efektif. Menurutnya, armada helikopter water bombing yang saat ini digunakan di Bromo juga dibutuhkan untuk penanganan kebakaran di wilayah lain.

"Helikopter yang dipakai di Bromo ini juga ditunggu di tempat lain. Karena kejadian karhutla tidak hanya di Bromo," ujarnya.

Sementara itu, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono memastikan seluruh pihak akan memperkuat strategi agar kebakaran segera terkendali. Ia menargetkan hasil pemadaman yang signifikan sudah terlihat dalam beberapa hari ke depan.

"Hari ini sudah memasuki hari ke-8 dari kejadian awal. Paling tidak hari Jumat sudah harus ada hasil yang signifikan," tegas Adhy.

Adhy menambahkan, setelah kebakaran berhasil dipadamkan, pemerintah akan melanjutkan tahap rehabilitasi, termasuk perbaikan jaringan pipa air yang rusak akibat kebakaran serta pemulihan aktivitas wisata di kawasan Bromo yang terdampak penutupan.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menjelaskan, hingga Selasa (11/8), operasi water bombing menggunakan tiga helikopter telah dilakukan sebanyak 15 sorti dengan total 37.000 liter air yang dijatuhkan ke titik-titik kebakaran.

Namun, operasi udara masih menghadapi kendala berupa kabut tebal dan kepulan asap yang mengurangi jarak pandang pilot.
"Cuaca yang kurang mendukung, berkabut dan kepulan asap yang cukup tebal menjadi kendala operasi water bombing sehingga mempengaruhi visibilitas helikopter," ujar Gatot.

BPBD Jatim mencatat penanganan karhutla juga melibatkan berbagai instansi, di antaranya TNBTS, TNI, Polri, Damkar Kota Surabaya, BPBD Kota Surabaya, BPBD Kabupaten Mojokerto, Lumajang, Malang, Probolinggo, Pasuruan, serta para relawan yang terus berjibaku memadamkan api. (ibank)

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini