Senin, 3 Agustus 2026

PAUD Surabaya Digenjot, SD Dibiayai, Lalu TK Mau Dibawa ke Mana?

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Senin, 3 Agustus 2026 | 16:59 WIB
Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

Mengapa rehabilitasi fisik PAUD/TK tidak mendapatkan porsi yang lebih agresif?

Jangan sampai “generasi emas” hanya menjadi slogan

Pemerintah Kota Surabaya berulang kali bicara tentang pendidikan fondasi.

Bunda PAUD bicara tentang memastikan tidak ada anak yang tertinggal.

Pemkot menargetkan seluruh anak usia PAUD mendapatkan layanan.

Semua itu bagus.

Tetapi pendidikan bukan sekadar angka partisipasi.

Bukan sekadar jumlah murid.

Bukan sekadar jumlah guru.

Bukan sekadar jumlah gedung.

Dan bukan sekadar jumlah program.

Kualitas pendidikan harus terlihat dari tempat anak belajar.

Kalau ruang kelasnya tidak layak, maka pemerintah harus hadir.

Kalau yayasan tidak mampu merenovasi, pemerintah harus mempunyai skema.

Kalau bangunan sudah tua, harus ada pemetaan.

Kalau ada risiko keselamatan, harus ada intervensi.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini