Lalu siapa yang terkena dampaknya?
Anak-anak.
Bukan pengurus yayasan.
Bukan pejabat pemerintah.
Bukan penyusun APBD.
Tetapi anak-anak yang setiap hari duduk di ruang kelas tersebut.
TK memang bukan syarat masuk SD. Tapi jangan dipelintir menjadi tidak penting
Ada satu fakta yang perlu diletakkan secara proporsional.
Dalam kebijakan SPMB 2026, anak yang masuk SD tidak wajib memiliki ijazah TK atau RA.
Itu benar.
Namun jangan kemudian dibuat kesimpulan bahwa TK tidak penting.
Itu kesalahan berpikir.
TK bukan sekadar ruang untuk memperoleh ijazah agar anak dapat naik ke SD.
TK adalah bagian dari pendidikan anak usia dini.
Di sana anak belajar bersosialisasi, berkomunikasi, mengenali emosi, membangun kemandirian dan memperoleh pengalaman belajar sesuai tahap perkembangannya.
Maka, tidak wajib masuk TK bukan berarti TK tidak penting.