NAWACITAPOST.COM – Jakarta tidak lagi sekadar bersaing di tingkat lokal. Di bawah komando Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, Jakarta resmi mengibarkan bendera perang terhadap dominasi rumah sakit asing.
Pada Kamis (9/7/2026), bertempat di kawasan padat penduduk Cakung, Jakarta Timur, Pramono Anung secara resmi meresmikan Rumah Sakit Mayapada Jakarta Timur. Langkah strategis ini diambil bukan sekadar menambah fasilitas kesehatan, melainkan sebuah lompatan besar untuk mentransformasi Jakarta menjadi kota global seutuhnya.
"Jangan Lagi Berkaca pada Indonesia, Tatap Dunia!"
Dalam pidatonya yang membakar semangat, Pramono Anung menegaskan visi besarnya. Ia menantang manajemen rumah sakit untuk melampaui standar domestik demi menahan laju warga Indonesia yang kerap berobat ke luar negeri.
Baca Juga: Genderang Perang Melawan Teror Pinjol: Yasonna Laoly Desak DPR Bentuk Panja Khusus!
"Saya sungguh berharap Rumah Sakit Mayapada ini menjadi rumah sakit internasional yang benchmark-nya, rujukannya, jangan lagi dengan rumah sakit yang ada di Indonesia!" tegas Pramono dengan penuh optimisme.
Bukan tanpa alasan, ambisi sang Gubernur berakar pada penyelamatan devisa negara. Selama ini, triliunan rupiah mengalir ke luar negeri hanya untuk akses medis. Kini, dengan hadirnya RS Mayapada Jaktim, Pramono ingin membuktikan bahwa Jakarta mampu menghadirkan kualitas medis kelas dunia di tanah air sendiri.
Sentuhan Humanis di Tengah Megahnya Fasilitas Kelas Dunia
Meski mengusung standar internasional yang mewah, Pramono memastikan bahwa rumah sakit berkapasitas 107 tempat tidur ini didedikasikan untuk semua kalangan masyarakat, tanpa terkecuali.
Cakung dipilih sebagai lokasi strategis karena wilayah ini dipenuhi oleh keluarga-keluarga muda baru yang sangat membutuhkan layanan kesehatan representatif.
"Memang daerah ini adalah daerah yang masyarakatnya sedang tumbuh, banyak keluarga-keluarga baru yang kemudian pasti akan membutuhkan rumah sakit yang representatif," ujar sang Gubernur.
Kejutan tidak berhenti di situ. Demi menjamin hak kesehatan warganya, Pramono mengumumkan bahwa Pemprov DKI Jakarta juga tengah bersiap membangun rumah sakit berstandar internasional lainnya di kawasan Cakung.
Menuju Jakarta Kota Global: Angka Fantastis UHC 98,74 Persen
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, Jakarta telah bertransformasi menjadi kota global sekaligus pusat perekonomian nasional. Di bawah kepemimpinan Pramono, kesehatan dan pendidikan ditempatkan di podium tertinggi skala prioritas.
Saat ini, Jakarta telah mengoordinasikan 195 rumah sakit (pemerintah, swasta, dan TNI-Polri). Koordinasi solid yang digalang Pramono sukses mengunci angka Universal Health Coverage (UHC) Jakarta di level fantastis: 98,74 persen!
Artikel Selanjutnya
Evi Mafriningsianti: Aspirasi Warga Akan Jadi Dasar Perjuangan Program Pembangunan di DPRD Kota Bekasi
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Evi Mafriningsianti: Aspirasi Warga Akan Jadi Dasar Perjuangan Program Pembangunan di DPRD Kota Bekasi
Dorong UMKM Naik Kelas, Anggota DPRD Kota Bekasi Luncurkan Program Booth Usaha hingga Tenda Bazar
DPRD Kota Bekasi Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah Demi Sukseskan Proyek Energi Listrik PSEL
Reses DPRD Kota Bekasi Tampung Aspirasi Warga Soal Tawuran Remaja hingga Pos Keamanan Lingkungan
Drama Digital di Pesawaran: Kejari Bidik Dugaan Mark-Up Internet Diskominfo Senilai Rp2 Miliar!