NAWACITAPOST.COM – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, angkat bicara terkait aksi sweeping kendaraan berplat L yang terjadi di wilayah Malang Selatan. Ia menyayangkan insiden tersebut dan mengajak seluruh pihak menjaga suasana damai.
Pernyataan itu disampaikan Armuji melalui akun media sosial pribadinya pada Selasa (5/5/2026), menyusul kabar kericuhan yang menimpa rombongan wisatawan asal Surabaya.
“Dalam suatu pertandingan sepak bola, itu cuma berlaku 90 menit menjadi lawan di arena lapangan,” ujar Armuji.
Ia menegaskan, rivalitas dalam sepak bola seharusnya berhenti saat pertandingan usai. Menurutnya, menang atau kalah adalah hal biasa yang tidak perlu diperpanjang di luar lapangan.
“Setelah bubaran, kalah dan menang itu hal biasa. Sportivitas kita junjung tinggi,” lanjutnya.
Armuji juga mengimbau para suporter untuk mampu mengendalikan emosi serta menjaga sikap agar tidak merugikan orang lain, terutama masyarakat umum yang tidak terlibat dalam rivalitas tersebut.
“Oleh karena itu, marilah para supporter, para pendukung masing-masing bisa menjaga dirinya, bisa mengendalikan emosinya masing-masing,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya persatuan dan rasa persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
“Dan kita ini adalah saudara semuanya. Ibu kita adalah ibu kandung pertiwi. Maka marilah kita saling menjaga, saling menghormati kedamaian ini dengan suasana yang sejuk, dengan suasana yang tenang, dengan suasana yang damai,” ucap Armuji.
Ia pun menutup pesannya dengan harapan agar kondisi tetap kondusif dan masyarakat bisa hidup berdampingan secara harmonis.
“Selamat kepada semuanya, supaya ada kedamaian kita selalu,” pungkasnya.
Kronologi Kejadian
Diketahui, aksi sweeping yang diduga dilakukan oleh oknum suporter terjadi pada Selasa dini hari (5/5/2026) di kawasan Malang Selatan, tepatnya di area vila Wediawu.
Insiden tersebut menyasar rombongan wisatawan asal Surabaya yang menggunakan kendaraan berplat L. Mereka diduga menjadi target akibat imbas gesekan antar suporter yang kemudian meluas.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya enam unit mobil mengalami kerusakan. Selain itu, enam orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat kericuhan yang terjadi.