Penebaran benih melalui udara merupakan ikhtiar Pemprov Jatim melalui BPBD untuk menjaga keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.
Baca Juga: Revitalisasi Kota Tua: Taman Sejarah Surabaya Diperkaya dengan Museum dan Monumen Bersejarah
Harapannya, struktur vegetasi dan habitat satwa di wilayah yang terdampak akan kembali seperti sebelum terjadinya kebakaran. Metode ini dipilih karena lanskap penaburan benih yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Dengan ini kita kembalikan tanaman yang sesuai dengan topografi daerah, topografi tanah, dan wilayah supaya benih-benih ini memulihkan kondisi wilayah sebelum karhutla terjadi,” tambah Khofifah.
Di akhir, Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih kepada TNI AU, Lanud Abd. Saleh, dan semua pihak yang telah mendukung dan memfasilitasi upaya pemulihan ekosistem Tahura Raden Soeryo.
Baca Juga: Prestasi Maksimal, Pemkot Surabaya Raih Predikat Memuaskan dari KemenPAN RB untuk SPBE
Sementara itu, Marsma TNI Firman Wirayuda menyatakan dukungannya terhadap upaya reforestasi ini, dan ia optimis bahwa wilayah terdampak karhutla akan kembali hijau dan lestari, memberikan manfaat bagi Jawa Timur. ***
Artikel Terkait
Capaian Luar Biasa, Imunisasi Polio di Surabaya Tembus 103,64 Persen
Parkir Non Tunai Semakin Mudah, Pemkot Surabaya Rilis Voucher di Taman Bungkul dan Balai Kota
Prestasi Maksimal, Pemkot Surabaya Raih Predikat Memuaskan dari KemenPAN RB untuk SPBE
Revitalisasi Kota Tua: Taman Sejarah Surabaya Diperkaya dengan Museum dan Monumen Bersejarah
Jejak Aksara Jawa di Pemkot Surabaya, 78 Kantor Pemerintahan Sudah Terpasang
Warga Surabaya Resah dengan Tarif Retribusi Prewedding di Alun-Alun
Pedagang Sambut Baik Penataan THP Kenjeran: Abdul Ghoni Optimis Tingkatkan Omset