Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), banjir tersebut dipicu oleh jebolnya tanggul sungai. Ketinggian air dilaporkan mencapai lutut orang dewasa, sehingga diperlukan pemantauan intensif untuk mengantisipasi perkembangan situasi dan potensi dampak lanjutan.
Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, mengatakan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues bersama personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) terus melakukan pemantauan di lokasi terdampak.
“BPBD Kabupaten Gayo Lues beserta personel Pusdalops PB dan TRC BPBD Kabupaten Gayo Lues terus melakukan pemantauan dan bersiaga 24 jam,” kata Bahron dalam keterangannya kepada awak media pada Rabu (28/10/2026).
Selain banjir bandang, BPBA melaporkan bahwa angin puting beliung juga menerjang kawasan permukiman warga Desa Badak. Peristiwa tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian atas bangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammad Ali Kasim serta sejumlah rumah milik warga.
BPBA memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. Meski demikian, pendataan masih berlangsung untuk mengetahui jumlah bangunan yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan angin puting beliung.
Pemerintah daerah bersama tim penanggulangan bencana terus melakukan pemantauan dan penanganan di wilayah terdampak guna memastikan keselamatan masyarakat serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan.
Artikel Terkait
Bea Cukai dan Pemkab Lamongan Musnahkan Rokok Ilegal Senilai Rp1,23 Miliar
Bea Cukai Beri Fasilitas KITE kepada Produsen Lilin Tegal, Bidik Pasar Eropa
Imigrasi Luncurkan “Beranda Imigrasi”, Seragamkan Nama 254 Titik Layanan di Seluruh Indonesia
BNNP Aceh Ungkap Ladang Ganja 18 Hektare di Aceh Utara, Empat Orang Diamankan