Dokumen tersebut bukan kertas biasa; ia adalah rekaman hitam di atas putih mengenai air mata, keringat, dan jeritan riil para guru di NTT dan Flores Timur. Dokumen sakral ini kini resmi menjadi peluru bagi DPR RI untuk merombak wajah kebijakan pendidikan Indonesia agar lebih manusiawi dan berkeadilan.
Perjuangan dari ujung timur nusantara telah dititipkan di jantung ibu kota. Kini, publik menunggu: Akankah Senayan benar-benar mewujudkannya?(FKD)
Artikel Terkait
Proyek Sanitasi Rp626 Juta Dikencingi, Kades dan Ketua KSM Diduga ‘Bagi-Bagi Kue’
Membongkar Rahasia BINUS University: Bukan Sekadar Kampus Swasta, tapi Kiblat Inovasi Digital dan Kewirausahaan!
Mencetak Pemimpin Masa Depan Industri Hijau dan Menengok Kiprah ITSI Medan
Revolusi Pendidikan Masa Depan: Universitas Esa Unggul Cetak Generasi Unggul Bermental Global
Dua Tahun "Terisolasi", Warga Pebayuran Desak Dishub Bekasi Hidupkan Kembali Angkot