NAWACITAPOST.COM - Mereka ceria, senang dan bahagia, dengan berpakaian ala wisuda. Yang cowok pakek jas berdasi yang cewek pakek kebayak hingga kelihatan anggun. Orang tuanya bangga kalau anaknya sudah lulus SMA atau SMP sederajat. Sebuah goresan kisah hidup bahwa pelepasan siswa / perpisahan adalah sebuah kenangan yang tak akan pernah dilupakan sepanjang hayat.
Masa sekolah adalah masa terindah, karena disana ada suka duka bahkan kekecewaan karena permainan hati seorang anak di usia remaja, atau masa adolesen. Remaja (adolesensi) adalah suatu periode dalam pertumbuhan manusia antara pubertas dan kematangan (maturity), dan berlangsung biasanya antara usia 12 sampai 18 tahun dan 21 tahun.
Baca Juga: Konstruksi Berfikir Kader Pergerakan
Menurut teori Psichologi masa remaja adalah masa perubahan yang besar secara fisik, emosional, dan sosial yang dialami remaja, dan merupakan transisi signifikan dari masa kanak-kanak ke dewasa. Selama fase transformatif ini, remaja sering kali mengalami emosi yang bergejolak, kebingungan, dan keinginan untuk mandiri.
Maka dalam fase tersebut semua perjalanan hidup sangat terekam dengan baik, perjalanan hatinya akan terukir semua, ekspresi diri yang berupa kecerdasan, skill dan sikap ingin di tunjukkan pada orang lain. Dia ingin mendapat apresiasi atas apa yang dia lakukan yang dianggap sebuah kelebihan dan bakat yang dimiliki.
Baca Juga: Menjadi Warga Bangsa Yang Cerdas dan Bijaksana
Remaja Adalah Aset
Untuk menunjukkan bakat dan minat yang ada pada diri remaja, maka dia sangat senang dan bangga tampil dan mengekspresikan kemampuannya. Cara berfikir yang kritis dan rasional adalah cermin kepribadian yang terbentuk. Idealis yang dimiliki merupakan sebuah potensi terbesar remaja yang menjadi performen dirinya sebagai orang yang memiliki integritas dan dedikasi tinggi.
Maka, remaja adalah aset yang sangat besar bagi sebuah bangsa untuk mendesain masa depannya. Potensi remaja perlu sentuhan dan desain dari orang tua dan guru agar selama berproses tetap dijalan yang benar. Akhir pendidikannya, seorang remaja butuh teman curhat, teman berbagi dan teman berfikir yang benar, sehingga langkah dia kedepan tidak salah jalan. Orang tua harus meluangkan waktu untuk mendengarkan isi hati dan keinginannya agar beban Fikiran dan keinginan selanjutnya bisa tersalurkan dengan baik.
Baca Juga: Mencermati Perubahan Perilaku Politik Kader NU dan Konstruksi Pemikiran Kader NU
Remaja sudah memiliki guru idola, panutan idola, bintang film idola, kiai idola bahkan some one idola yang menjadi dambakan hatinya. Hatinya selalu berbunga bunga karena dia memiliki cita - cita. Badannya yang kuat mewakili kata - kata bahwa dia akan bisa mengatasi semua problematika yang dihadapinya, walau kadang butuh saran dan masukan dari orang yang diidolakan.
Rahasia Hati dibalik Pelepasan Siswa
Selama belajar di sekolah, para siswa yang memasuki usia remaja, hati dan fikirannya adalah sebuah file kehidupan yang terisi dengan berbagai cerita dan kejadian. Semua ucapan dan perbuatan gurunya selalu dikenang sepanjang hayat. Sikap dan gagasan gurunya terekam secara otomatis diotak dan hatinya. Rekaman tersebut akan muncul ketika terjadi gesekan dalam kehidupan nyata yang baru mereka ketahui. Diam - diam dia merindukan gurunya begitu baik padanya saat di sekolah, diam - diam dia merasa kehilangan orang yang memberi kata - kata indah, motivasi dan semangat untuk menjadi anak yang cerdas.
Baca Juga: PGRI Jember Gelar Aksi Demo, Dua Puisi Warnai Sela-sela Aksi Para Guru
Anak - anak yang telah lulus sekolah benar - benar kehilangan canda tawa, rasa kebersamaan, keindahan hati bersama temannya, bahkan dia bingung harus bagaimana. Maka sambutan kepala sekolah / Kiai / guru yang menyentuh hati hingga meneteskan air mata akan menjadi sebuah kata - kata bernilai permata dalam hidupnya. Bait puisi dan kata yang menunjukkan tingkah laku dan perkataan yang disampaikan oleh kepala sekolah / kiai selama belajar menambah kesadaran hati bahwa dia telah bersalah dan menyia - nyiakan waktu.
Artikel Terkait
Idul Fitri dan Sekolah Kehidupan
Apa Kabar PMII Hari Ini ???
Sampai Kapan Kartini Indonesia Mengejar Emansipasi!!
PGRI Jember Gelar Aksi Demo, Dua Puisi Warnai Sela-sela Aksi Para Guru
Mencermati Perubahan Perilaku Politik Kader NU dan Konstruksi Pemikiran Kader NU
Menjadi Warga Bangsa Yang Cerdas dan Bijaksana
Konstruksi Berfikir Kader Pergerakan