Minggu, 19 Juli 2026

Apa Kabar PMII Hari Ini ???

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Rabu, 17 April 2024 | 17:50 WIB
HM Basori, S.Ag, M.Si (foto tangkapan layar twibbonize)
HM Basori, S.Ag, M.Si (foto tangkapan layar twibbonize)

Refleksi Harlah PMII Ke 64 Tahun 2024

NAWACITAPOST.COM - PMII adalah organisasi mahasiswa Extra kampus yang usianya tidak muda lagi. Dalam perjalan panjang bangsa Indonesia PMII ikut andil dalam mengisi kemerdekaan dengan ikut serta secara aktif dalam membangun kader bangsa yang memiliki pisau analisis yang tajam, gerakan pro demokrasi, gerakan advokasi kebijakan politik birokrasi dan pendampingan terhadap problematika sosial masyarakat.

Dalam keterbatasan fasilitas gerakan PMII zaman orde baru sebagai penyambung lidah gus Dur untuk membangun civil society dan gerakan pro demokrasi, dimana kader PMII dibekali ilmu advokasi dan gerakan pendampingan masyarakat yang tertindas oleh kekuasaan. Performen kader PMII di masa itu betul betul belajar memperkuat kemapanan intelektual, membangun kerangka gerakan dan membentuk integritas kader yang benar benar original. Karena pada saat itu benar benar mandiri secara finansial dan dibawah tekanan penguasa.

Baca Juga: Mengokohkan Diri Sebagai Seorang Hamba Allah

PMII karena kemampuan dan kegigihan kader dalam membekali diri, maka PMII menjadi simbul gerakan rakyat kecil dan penyokong tumbuh kembangnya demokrasi sasi di masa itu. Bekal bacaan buku kiri dan pendidikan khusus advokasi mampu menjadikan PMII dihitung sebagai organisasi yang perlu diwaspadai gerakannya.

PMII Dalam Reformasi

Pemerintah orde baru memandang PMII sebuah ancaman, karena pemerintah orde baru otoriter, sedangkan PMII menyuarakan, membangun dan memberikan pendidikan demokrasi masyarakat kecil. Tekanan tersebut membuat kader PMII semakin semangat untuk mempersiapkan diri dalam bidang ilmu pengetahuan, advokasi dan pendidikan politik pada masyarakat awam.

Baca Juga: Manusia ada Dalam Siklus Waktu, Maka Syukurilah.... !!

Zaman orde baru PMII identik dengan tukang demo, namun lebel tersebut tidak untuk mencari uang atau jabatan. Demo mengajarkan kader bahwa hak rakyat dan kebenaran harus ditegakkan. Apalagi sebagian besar kebijakan pemerintah kalau tidak melanggar undang undang untuk kelentingan rezim yang berkuasa.

Dengan berjalannya waktu Reformasi telah merubah dinamika politik yang otoriter menjadi pemerintahan yang lebih demokratis. Dengan dirubah nya paket UU Politik, dilaksanakanlah pemilu yang Jujur dan Adil dibanding zaman orde baru. Banyak kader PMII yang dulu dipinggirkan mulai memasuki lini kekuasaan, hingga banyak yang jadi anggota DPR/DPRD.

Baca Juga: Rahasia Kasih Sayang Seorang Ibu

Kader PMII didikan orde baru memiliki kemampuan dan integritas diri yang lebih karena berproses dalam tekanan politik. Maka ketika berada di kekuasaan komitmen perjuangan sangat kental. Visi dan perjuangan PMII yang dulu sempat tertutup akhirnya terbuka lebar dengan membuat produk undang undang yang pro rakyat dan terwujudnya pemerintahan yang lebih demokratis.

Kesuksesan terbesar PMII dan NU ketika Reformasi adalah terpilihnya Gus Dur Menjadi Presiden RI. Walaupun kepemimpinan Gus Dur tidak lama, namun Gus Dur mampu merubah tatanan kehidupan politik yang otoriter dan kaku menjadi lebih rilex namun tidak keluar dari subtansi. Disisi lain kebijakan Gus Dur merubah kementrian yang tidak sejalan dengan demokratisasi dan mengembalikan tentara ke barak menambah iklim politik menjadi semakin segar dan tidak sangar.

Baca Juga: Jangan Pernah Lupa Allah Dalam Posisi Apapun

Intinya PMII masa lalu telah memiliki Andik merubah kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi lebih baik. Kebebasan politik terbuka, kesejahteraan merata, pembangunan lebih aspiratif dan kesempatan berusaha semakin mudah. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana kader PMII sekarang ???

Apa Kabar PMII Sekarang ??

Mahbub Djunaidi ketua umum PMII pertama berpandangan bahwa Aswaja merupakan suatu ideologi dan prinsip berpikir yang penting bagi seorang kaum muslim untuk menghadapi persoalan-persoalan keagamaan maupun urusan sosial kemasyarakatan. Mahbub Junaidi Muda adalah seorang penulis, Kolomnis, sastrawan, pemikir dan pembaharu dalam pemikiran Islam. Pandangan beliau merupakan pijakan utama bagi semua kader dari dulu hingga sekarang bahwa PMII adalah Kader Aswaja.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Sumber: HM Basori M.Si Direktur Sekolah Perubahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengambil Hikmah Perjuangan Kader NU Ketika Di PPP

Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:00 WIB

Makna Strategis Elektabilitas Dalam Pilkada Tahun 2024

Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:47 WIB

Pentingnya Memahami Rekam Jejak Kandidat Bupati

Minggu, 11 Agustus 2024 | 20:27 WIB

Jangan Jadikan Uang Jadi Tuhanmu

Jumat, 9 Agustus 2024 | 08:43 WIB

Mewaspadai Oportunis Politik dalam Pilkada 2024

Kamis, 8 Agustus 2024 | 20:22 WIB