Rabu, 15 Juli 2026

Jangan Pernah Lupa Allah Dalam Posisi Apapun

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Minggu, 31 Maret 2024 | 15:33 WIB
HM Basori M.Si (foto istimewa)
HM Basori M.Si (foto istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Manusia dilahirkan bukan tanpa sebab apalagi dikatakan tiba tiba. Tugas utama manusia sebagai Makhluq adalah untuk mengabdi kepada Allah swt. Maka ketika memiliki Posisi apapun manusia harus tetap berpegang pada hakekat manusia diciptakan.

Dunia menjanjikan banyak kenikmatan dan keindahan yang bisa membuat manusia lupa. Mungkin awalnya bukan siapa siapa, namun setelah menjadi orang terhormat karena jabatannya, cara bicara, bersikap dan menjalani hidup berubah 180 derajat. Mungkin awalnya tidak memiliki apa apa namun ketika semua dimiliki sikapnya berubah menjadi sombong dan tinggi hati, dan masih banyak hal yang terjadi.

Baca Juga: Mengokohkan Diri Sebagai Seorang Hamba Allah

Atas kekuasaanNya, Allah bisa memberikan tempat tertinggi manusia dalam strata sosial atau ekonomi, namun dalam waktu sekejap Allah bisa menghilangkan semuanya. Begitulah jika Allah berkehendak. Maka memahami hidup sebagai anugerah terindah wajib kita syukuri sesuai dengan posisi dan persepsi sangat penting, agar eksistensi kita sebagai hamba tetap terjaga dengan baik. Pandangan manusia terhadap manusia lain selalu berbeda beda.

Namun yang perlu dipahami Setiap manusia apapun profesinya memiliki kebahagiaan, maka kita mesti harus berusaha menghargai profesi orang lain dengan penuh kesadaran hati. Kemuliaan hidup tidak diukur dengan kekayaan dan jabatan, namun keimanan dan ketaqwaan seseorang.

Baca Juga: Manusia ada Dalam Siklus Waktu, Maka Syukurilah.... !!

Suatu saat mungkin kita terjerembap dalam kegelapan tidak ada sinar yang menerangi dan tidak ada sahabat atau teman yang mungkin lewat atau menjenguk. Maka keyakinan hati untuk memegang keyakinan menjadi sangat penting.

Dimanapun kita berada harus exis, menjaga Aqidah, komitmen dan memberi manfaat pada orang lain. Ending dari kehidupan adalah buah ketaqwaan dan kemanfaatan pada orang lain. Jika semua itu kita jalani maka kita akan aman baik di dunia maupun di akherat.

Baca Juga: Suatu Sore Lebih Bermakna, Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 1 - 2 Februari

Jangan pernah takut di jalan yang benar walau sendirian, karena membiasakan diri pada jalan yang benar adalah sebuah keyakinan hidup yang harus dipegang walaupun akan banyak di musuhi banyak orang. Membiasakan kesalahan adalah preseden buruk kehidupan dunia dan akherat.

Maka berbahagialah orang yang selalu dalam kesadaran sikap, sehingga menjaga hati untuk selalu bersyukur bahwa apa yang diberikan Allah adalah anugerah yang terindah dalam hidup kita !!!

Nganjuk, Minggu 31 Maret 2024
Oleh HM Basori M.Si
Sekolah Perubahan

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengambil Hikmah Perjuangan Kader NU Ketika Di PPP

Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:00 WIB

Makna Strategis Elektabilitas Dalam Pilkada Tahun 2024

Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:47 WIB

Pentingnya Memahami Rekam Jejak Kandidat Bupati

Minggu, 11 Agustus 2024 | 20:27 WIB

Jangan Jadikan Uang Jadi Tuhanmu

Jumat, 9 Agustus 2024 | 08:43 WIB

Mewaspadai Oportunis Politik dalam Pilkada 2024

Kamis, 8 Agustus 2024 | 20:22 WIB