NAWACITAPOST.COM - Manusia dilahirkan bukan tanpa sebab apalagi dikatakan tiba tiba. Tugas utama manusia sebagai Makhluq adalah untuk mengabdi kepada Allah swt. Maka ketika memiliki Posisi apapun manusia harus tetap berpegang pada hakekat manusia diciptakan.
Dunia menjanjikan banyak kenikmatan dan keindahan yang bisa membuat manusia lupa. Mungkin awalnya bukan siapa siapa, namun setelah menjadi orang terhormat karena jabatannya, cara bicara, bersikap dan menjalani hidup berubah 180 derajat. Mungkin awalnya tidak memiliki apa apa namun ketika semua dimiliki sikapnya berubah menjadi sombong dan tinggi hati, dan masih banyak hal yang terjadi.
Baca Juga: Mengokohkan Diri Sebagai Seorang Hamba Allah
Atas kekuasaanNya, Allah bisa memberikan tempat tertinggi manusia dalam strata sosial atau ekonomi, namun dalam waktu sekejap Allah bisa menghilangkan semuanya. Begitulah jika Allah berkehendak. Maka memahami hidup sebagai anugerah terindah wajib kita syukuri sesuai dengan posisi dan persepsi sangat penting, agar eksistensi kita sebagai hamba tetap terjaga dengan baik. Pandangan manusia terhadap manusia lain selalu berbeda beda.
Namun yang perlu dipahami Setiap manusia apapun profesinya memiliki kebahagiaan, maka kita mesti harus berusaha menghargai profesi orang lain dengan penuh kesadaran hati. Kemuliaan hidup tidak diukur dengan kekayaan dan jabatan, namun keimanan dan ketaqwaan seseorang.
Baca Juga: Manusia ada Dalam Siklus Waktu, Maka Syukurilah.... !!
Suatu saat mungkin kita terjerembap dalam kegelapan tidak ada sinar yang menerangi dan tidak ada sahabat atau teman yang mungkin lewat atau menjenguk. Maka keyakinan hati untuk memegang keyakinan menjadi sangat penting.
Dimanapun kita berada harus exis, menjaga Aqidah, komitmen dan memberi manfaat pada orang lain. Ending dari kehidupan adalah buah ketaqwaan dan kemanfaatan pada orang lain. Jika semua itu kita jalani maka kita akan aman baik di dunia maupun di akherat.
Baca Juga: Suatu Sore Lebih Bermakna, Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 1 - 2 Februari
Jangan pernah takut di jalan yang benar walau sendirian, karena membiasakan diri pada jalan yang benar adalah sebuah keyakinan hidup yang harus dipegang walaupun akan banyak di musuhi banyak orang. Membiasakan kesalahan adalah preseden buruk kehidupan dunia dan akherat.
Maka berbahagialah orang yang selalu dalam kesadaran sikap, sehingga menjaga hati untuk selalu bersyukur bahwa apa yang diberikan Allah adalah anugerah yang terindah dalam hidup kita !!!
Nganjuk, Minggu 31 Maret 2024
Oleh HM Basori M.Si
Sekolah Perubahan
Artikel Terkait
Ingin Hidup Lebih Bermanfaat, Jangan Lupa Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 6 Februari
Mau Ungkapkan Rasa Pada Kawan dan Teman, Yuk Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 9 Februari
Tiga Puisi Karya Dienza Agoestha Untuk Kawan yang Menyentuh dan Penuh Makna
Mengokohkan Diri Sebagai Seorang Hamba Allah
Manusia ada Dalam Siklus Waktu, Maka Syukurilah.... !!