NAWACITAPOST.COM - Perjalanan manusia yang telah ditetapkan Allah sejak zaman azali di lauhul mahfudz merupakan qodlo Allah swt. Setelah lahir kedua manusia menjalani kehidupannya dengan berbagai dinamika yang terjadi, semua yang terjadi atas kita itu dinamakan taqdir. Orang beriman wajib percaya adanya qodlo dan qodar Allah swt.
Ketetapan Allah sejak kita belum
Lahir sudah ada, dan setelah kita lahir di dunia, maka manusia akan menjalani siklus waktu hingga akhir hayatnya. Bagi penganut Islam Aswaja disamping qodlo dan qodar Allah, manusia masih memiliki kewajiban untuk Ihtiar untuk kehidupan yang lebih baik.
Baca Juga: Mengokohkan Diri Sebagai Seorang Hamba Allah
Hal terpenting dalam menjalani siklus waktu adalah rasa syukur kepada Allah atas apa yang diberikan. Orang boleh berkeinginan apapun dan memiliki apapun, dia harus sadar bahwa itu semua dari Allah swt. Siklus waktu sebagai ketentuan hakiki dari Allah adalah wilayah manusia untuk menjalaninya. Maka suka dan duka harus selalu dipahami sebagai anugerah, karena jika kita tidak sadar sebagai anugerah, maka hanya kekecewaan yang akan kita dapatkan.
Siklus waktu sebagai realisasi qodlo Allah, mewajibkan manusia tetap berusaha keras demi kehidupan yang lebih baik. Karena berusaha untuk hidup lebih baik merupakan sebuah kesadaran bahwa ada kehidupan lagi setelah kita hidup di dunia. Dunia memang menyenangkan, tetapi dunia juga melalaikan.
Baca Juga: Suatu Sore Lebih Bermakna, Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 1 - 2 Februari
Maka setelah memahami siklus waktu dalam kehidupan, maka jangan pernah merasa sedih jika kita belum mapan, karena kalau kita berjuang dan bekerja keras kita akan sukses. Jangan pernah merasa sedih saat tua atau bahkan sakit, karena tua dan sakit adalah sebuah siklus waktu yang pasti akan kita jalani. Tetapi yang terpenting bagaimana saat kita menyadari sepenuh hati bahwa semua adalah anugerah Allah swt.
Walau kesadaran berbuat baik dan naik turunnya hati manusia dalam hal kebaikan, maka kita harus tetap dalam bingkai mencari ridlo Allah swt. Menjalani siklus waktu untuk menggapai ridlo Allah, akan memunculkan semangat dan kerja keras manusia bahwa semua akan memiliki nilai ibadah.
Baca Juga: Bicara Demokrasi, Yuk Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 4 Februari
Memahami siklus waktu dan menjalaninya dengan sepenuh hati akan membuat hidup kita indah dan tidak terpengaruh oleh perkataan orang. Hingga kita sampai finish bahwa kontrak kita habis, dan semua memiliki nilai ibadah yang bisa kita jadikan bekal di kehidupan selanjutnya.
Ingat kehidupan setelah dunia disana tidak ada gerai Alfamart Indomaret mak tam es teh barokah bahkan minuman gratis. Hanya amal baik kita yang akan menemani kita selama penantian panjang hingga hari kiamat datang.
Nganjuk, Selasa 14 Maret 2024
Oleh HM Basori M.Si
Sekolah Perubahan
Artikel Terkait
Suatu Sore Lebih Bermakna, Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 1 - 2 Februari
Bicara Demokrasi, Yuk Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 4 Februari
Ingin Hidup Lebih Bermanfaat, Jangan Lupa Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 6 Februari
Mau Ungkapkan Rasa Pada Kawan dan Teman, Yuk Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 9 Februari
Mengokohkan Diri Sebagai Seorang Hamba Allah