NAWACITAPOST.COM - Dalam kehidupan semua orang pasti menginginkan kehidupannya lebih berguna dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. untuk mencapai tujuan tersebut juga membutuhkan bimbingan atau nasehat dari orang-orang sekitarnya.
Namun hal tersebut tidak mudah bagi semua orang untuk mendengarkan nasehat dari orang-orang sekitarnya, oleh sebab itu yuk baca puisi nasehat untuk diri sendiri karya Dienza Agoestha.
Baca Juga: Suatu Sore Lebih Bermakna, Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 1 - 2 Februari
Kepada Penyair
Para diksi dari kantuk waktu malam mengorek
Untai kata-kata ajaib yang pisah dari kepalamu,
Dibanding intan, setiap bintang, maupun matahari, ya ; semua palsu
Yang di bawah langit meledak, dan bumi hanya kata; tidaklah nyata.
Walau wajah dari hati telah penyap warna karena lelah
Mencari sarkasme dalam petak-petak awan menggumpal
Dan jika engkau mengumbar gelar cakrawala bersayap menghujat
Dari pandanganmu nun jauh mengobral kesesatan
Dari para anjing-anjing penjilat laknat.
Yakinlah ...., bahwa engkau tetaplah raja;
Pada setiap suara mimbarmu,
Pada setiap dupa dengan wangi kemenyanmu,
Dan pada setiap puas batinmu, karena engkau sendiri hakimnya.
Baca Juga: Bicara Demokrasi, Yuk Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 4 Februari
Dienza Agoestha (foto ilustrasi puisi tentang seseorang yang lemah dan dilarang sombong)
Aku
Aku bukanlah aku,
Adalah Ia yang tak nampak berjalan di sampingku
Dan yang kadangkala ku lupa.
Ia yang tenang dan diam jika aku berbicara
Ia yang penuh maaf jika aku mendendam
Ia yang berjalan di tempat aku tidak mengembara
Ia yang masih tetap berdiri, jika kelak aku mati.
Baca Juga: Puisi Seorang Penyair Yang Belum Selesai
Dienza Agoestha (foto ilustrasi supaya seseorang semangat dalam kehidupan)
Dari Dienza Untuk Agostha
Pantangkan bagimu mengharap sanjung orang ramai,
Atas keberanian sanjak-sanjakmu yang menggila;
Riuh tepuk mereka sebentar mati gemanya.
Jangan kau dengar putusan timbangan pak tolol,
Atau ketawa khalayak yang bikin hatimu patah;
Patahkan, runcing penamu.
Tetaplah kau teguh, tak guncang dan sederhana !
Dengan begitu engkau menjadi raja
Dan nasib raja hidup sendiri.
Batin bebas di diri berseru padamu: Teruskan !
Sempurnakan kumtum indah dari mimpi-mimpimu.
Tapi jangan berharap puji atas untaian kata-kata konyolmu,
Puji berakar di batin: dan hakimnya engkau sendiri !
Baca Juga: Ungkapkan Kerinduannya, Anak Binaan di LPKA Palu Ciptakan Puisi Untuk Sang Ibu
Andai kau puas, biar kawanan menggongong,
Peduli mereka meludah di nyala siar mimbarmu,
Atau pada tarian asap kemenyan dari kuilmu.
Dienza Agoesta, engkau kini raja atas karya-karyamu !
Dan nasib raja hidup sendiri,
Di dalam jiwanya.
Artikel Terkait
Ungkapkan Kerinduannya, Anak Binaan di LPKA Palu Ciptakan Puisi Untuk Sang Ibu
Puisi Seorang Penyair Yang Belum Selesai
Ciptakan Puisi Tentang Walikota Palu, Anak Binaan : Walikota Adalah Bapak Kami Semua
Anak Binaan LPKA Palu Tampilkan Musikalisasi Puisi dan Vocal Group di Psiko Fest 2023
Suatu Sore Lebih Bermakna, Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 1 - 2 Februari
Bicara Demokrasi, Yuk Baca Puisi Dienza Agoestha Edisi 4 Februari