Minggu, 19 Juli 2026

Banggalah Jadi Bagian dari NU, Jangan Pernah Menjadi Kader Pengecut

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Senin, 12 Agustus 2024 | 18:21 WIB
Logo Nahdlatul Ulama  (Foto istimewa )
Logo Nahdlatul Ulama (Foto istimewa )

NAWACITAPOST.COM - Kita semua merasa bangga menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama (NU), karena dari awal kita sadar bahwa ber-NU adalah berusaha memperbaiki diri. NU yang di dirikan Hadratussyeikh Hasyim Asy'ari (Mbah Hasyim) memang memiliki tujuan utama membangun umat untuk menjadi orang yang memahami Islam ahlussunnah wal jamaah Annahdliyah dengan benar.

Nilai-nilai luhur NU telah menyatu dalam kehidupan masyarakat, maka nilai keagamaan, kemanusiaan dan bernegara ala NU menjadi spirit dalam hidup. Jika kita melihat bagaimana gigihnya pendiri NU dalam memperjuangkan kemerdekaan dengan mengorbankan harta benda dan nyawa, itu sebuah potret bahwa kader NU adalah orang memiliki rasa solidaritas, kesetiaan dan seorang pejuang dalam menegakkan kebenaran.

Baca Juga: Makna Strategis Warga NU Dalam Pilkada 2024

Kader NU sejati taat pada Kiai, kokoh dalam berjuang, memiliki komitmen, memiliki kepedulian, memiliki solidaritas yang kuat dan lillahi ta'ala. NU mengajarkan ketaatan dan loyalitas pada organisasi, baik berupa keputusan organisasi maupun keputusan para kiai dan masyayikh.

HM Basori M.Si penulis Artikel (Foto Istimewa)

Kader NU lebih mengutamakan kepentingan organisasi dari pada kepentingan pribadi yang sifatnya pragmatis dan tidak memiliki dampak jangka panjang. Karena mereka berfikir apa yang diputuskan oleh para kiai dan masyayikh adalah sesuatu yang wajib kita lakukan.

Baca Juga: Renungan Perjuangan!! Mengapa Militansi Kader NU Rapuh???

Maka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 semua kader NU Nganjuk saatnya kompak satu barisan melaksanakan keputusan organisasi NU dan melaksanakan keputusan kiai, bahwa saatnya NU memiliki Bupati dengan mengusung Muhammad Muhibbin Nur (Gus Ibin) sebagai calonnya. Warga NU telah berkali-kali mendukung calon Bupati dan sukses, namun manfaat yang didapat oleh NU kurang maksimal.

Maka setelah melalui beberapa rapat para masyayikh dan pengurus NU memutuskan untuk memberangkatkan kader sendiri untuk menjadi Bupati dalam Pilkada 2024.

Baca Juga: Mencari Formula Untuk Menyelamatkan NU Dalam Pilkada 2024

Maka sebagai kader NU sejati jangan pernah menjual kesetiaan hanya karena mendapatkan uang Rp 50.000 sampai Rp 100.000, karena mendapat sarung atau mukena saat Romadlon, karena mendapatkan beras 5 kilogram atau karena pernah diajak makan makan di Pendopo.

Pasangan Bakal Calon Bupati (Bacabup) Muhammad Muhibbin Nur (Gus Ibin) dengan Bakal Calon Wakil Bupati (Bacawabup) Aushaf Fajr Herdiansyah (Foto Istimewa)

Kader NU bukan seorang pengecut yang akan menjual kesetiaan. Kegigihan para masyayikh pendiri NU dalam serangan 10 November di Surabaya harus kita jadikan tauladan dan semangat. Jika kita gigih berjuang, kompak satu barisan dan memohon ridlo Allah SWT, pasti Muhammad Muhibbin Nur (Gus Ibin) - Aushaf Fajr Herdiansyah akan sukses menjadi Bupati dari kader NU pada Pilkada 2024. Semoga Allah meridloi..!

 

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Sumber: HM Basori M.Si Direktur Sekolah Perubahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengambil Hikmah Perjuangan Kader NU Ketika Di PPP

Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:00 WIB

Makna Strategis Elektabilitas Dalam Pilkada Tahun 2024

Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:47 WIB

Pentingnya Memahami Rekam Jejak Kandidat Bupati

Minggu, 11 Agustus 2024 | 20:27 WIB

Jangan Jadikan Uang Jadi Tuhanmu

Jumat, 9 Agustus 2024 | 08:43 WIB

Mewaspadai Oportunis Politik dalam Pilkada 2024

Kamis, 8 Agustus 2024 | 20:22 WIB