Sabtu, 18 Juli 2026

Dibalik Kisruh PBNU dan PKB, Gus Dur Tetap Istimewa di Hati Rakyat Indonesia

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:00 WIB
Sosok-sosok dan ilustrasi berdirinya PKB dibalik Nahdlatul Ulama (Foto Istimewa)
Sosok-sosok dan ilustrasi berdirinya PKB dibalik Nahdlatul Ulama (Foto Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Jauh sebelum reformasi bergulir, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sering menyampaikan “besok kalau Nahdlatul Ulama (NU) / warga berada di kekuasaan atau memiliki kekuasaan, maka NU akan besar dan Warga NU akan makmur”. Pernyataan itu disampaikan disetiap kesempatan saat Gus Dur mengisi pengajian di pelosok-pelosok Desa, sambil memberikan pendidikan politik.

Alhasil begitu reformasi terjadi, atas prakarsa Gus Dur, para masyayikh dan Pengurus Besar (PB) NU, digagaslah pendirian partai yang akhirnya terbentuk yang namanya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Berdirinya PKB bukan lahir dari langit yang tiba-tiba, atau bahkan PKB itu sebagai partai yang berdiri sendiri, tidak ada kaitannya dengan NU sebagaimana yang disampaikan oleh penguasa PKB sekarang ini. PKB yaa PKB, NU urusi rumah tangga sendiri!!! Kata-kata ini sudah suul adab kalau bahasanya santri.

Baca Juga: Cara Cerdas Menyikapi Polemik PBNU dan PKB

Perjalanan panjang PKB, mulai proses pendirian hingga sekarang tidak bisa lepas dari keberadaan NU struktural dan kultural, bahkan ada beberapa pengurus cabang NU yang lengket dengan PKB karena mendapatkan gula-gula manis. Gesekan NU dan PKB sebenarnya bukan karena keinginan NU untuk menguasai PKB, tetapi NU ingin PKB tidak lepas dari bingkai perjuangan masyayikh, NU struktural dan warga NU.

HM Basori M.Si penulis Artikel (Foto Istimewa)

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melihat langkah PKB sudah tidak sejalan dengan konsep politik PBNU dan arahan masyayikh NU, namun PKB semakin sekuler, hidonis, otoriter dan nilai demokrasi dan pembangunan kader mulai diabaikan. Maka langkah PBNU untuk meminta Ketua Umum (Ketum) PKB diskusi dan silaturrohim, menjadi upaya jalan tengah.

Baca Juga: Rahasia Hati Bahagia Dengan Memperhatikan Apa yang Kamu Makan

Menggagas Sikap PBNU, Jika PKB Melawan Kebijakan PBNU

Konsep besar KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan PBNU untuk memperbaiki hubungan PBNU dengan PKB sebenarnya bukan masalah kekuasaan ansich, namun PBNU melihat beberapa alasan sebagai berikut:

Baca Juga: Memberi Ruang Untuk Cinta Tanah Air dan Jiwa Nasionalisme Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

  1. Sebagai partai yang lahirnya diinisiasi oleh PBNU dan para masyayikh, PBNU berharap bagaimana sikap politik PKB sejalan dengan PBNU dan para masyayikh NU.
  2. PKB Merasa sudah besar dan justru membuat gerakan bagaimana NU dan banomnya bisa diatur sedemikian rupa, itu yang dianggap tidak benar dimata PBNU dan masyayikh NU.
  3. Dinamika politik di internal PKB sudah tidak mencerminkan organisasi modern yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas dan demokratisasi yang sehat. Regenerasi tidak berjalan, sehingga menghambat kaderisasi kader politik NU yang terganjal. Lebih khusus keberadaan dewan syuro yang mandul sehingga membuat kendali utama PKB ada pada dewan tanfidz, dan itu tidak benar.
  4. Rekruitmen kader politik di legislatif maupun eksekutif sudah tidak melihat nilai perjuangan kader NU dan mengakomodasi kader NU. Proses rekruitmen lebih mengedepankan kepentingan transaksional partai.
  5. PKB sudah tidak melihat PBNU sebagai inisiator dan pendiri PKB, bahkan terkesan merasa lebih besar dari NU. NU dipahami sebagai bagian yang tidak begitu penting bagi PKB, hal tersebut dapat kita lihat dari kalimat "PKB tidak ada kaitannya dengan NU, PKB organisasi mandiri" padahal PKB tidak akan pernah ada jika PBNU dan para masyayikh tidak mendirikan.
  6. Gejala tidak sehat di tubuh pejabat teras PKB yang tidak merepresentasikan nilai luhur NU sudah pada posisi yang memprihatinkan, mulai etika, gaya hidup dan kepedulian pada NU juga masyayikh NU.
  7. Upaya mengambil alih PKB adalah jalan terakhir jika komunikasi dan win-win solution tidak bisa ditemukan.

Baca Juga: Mengurai Masalah Bangsa Yang Membuat Rakyat Setengah Merdeka

Semua alasan tersebut menjadi sebab keinginan PBNU untuk mengembalikan PKB pada garis yang benar sesuai cita-cita pendirinya. Ketika elit PKB tetap melawan, maka sudah saatnya PBNU untuk melakukan clas action disertai dengan beberapa bukti dan dokumen yang ada.

Dewan Perwakilan Pusat (DPP) PKB boleh berkata apapun terhadap usaha PBNU untuk mengembalikan nilai perjuangan dan mabda' siyasi PKB ketika awal PKB didirikan. Namun upaya hukum yang didasari dengan bukti autentik pendirian PKB semuanya akan bisa dijadikan dasar untuk melakukan gugatan.

Kita semua berharap masalah PBNU dan PKB akan menjadi solusi generasi muda NU yang berpolitik untuk mewujudkan tatanan politik NU yang bermafaat bagi para kader NU. Kejenuhan kepemimpinan yang dibumbui dengan dalil-dalil pembenar yang menyesatkan dan menghambat pembangunan harus segera diakhiri.

Baca Juga: Setelah Dapat Rekom dari DPP PKB, Gus Ibin dan Aushaf Kembali Terima Rekom dari Salah Satu Partai

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Sumber: HM Basori M.Si Direktur Sekolah Perubahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengambil Hikmah Perjuangan Kader NU Ketika Di PPP

Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:00 WIB

Makna Strategis Elektabilitas Dalam Pilkada Tahun 2024

Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:47 WIB

Pentingnya Memahami Rekam Jejak Kandidat Bupati

Minggu, 11 Agustus 2024 | 20:27 WIB

Jangan Jadikan Uang Jadi Tuhanmu

Jumat, 9 Agustus 2024 | 08:43 WIB

Mewaspadai Oportunis Politik dalam Pilkada 2024

Kamis, 8 Agustus 2024 | 20:22 WIB