Minggu, 19 Juli 2026

Dibalik Kisruh PBNU dan PKB, Gus Dur Tetap Istimewa di Hati Rakyat Indonesia

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:00 WIB
Sosok-sosok dan ilustrasi berdirinya PKB dibalik Nahdlatul Ulama (Foto Istimewa)
Sosok-sosok dan ilustrasi berdirinya PKB dibalik Nahdlatul Ulama (Foto Istimewa)

Gus Dur Tetap Istimewa di Hati Rakyat Indonesia

Gus Dur memang tokoh hebat dalam sejarah politik Indonesia, penerawangan Gus Dur hampir tidak ada yang meleset. Apa yang disampaikan Gus Dur semua terbukti. Mulai dari musuh-musuh politik yang akhirnya jadi gelandangan politik, sikap politisi yang dulu memusuhinya semua berakhir tragis dan yang paling terbaru Prabowo Subianto terbukti jadi Presiden Republik Indonesia (RI) ke-8.

Gus Dur adalah permata, seorang tokoh yang memberi sinar terang diseluruh penjuru dunia. Nama dan kebesaran Gus Dur tetap tak tergantikan. Pikiran perilaku dan gagasan besarnya terhadap kemajuan peradapan manusia selalu jadi acuan.

Gus Dur sebagai guru bangsa, menjadi tuntunan bagi seluruh warga bangsa dalam berpolitik. Pengambil alihan PKB pada Muktamar PKB di Semarang sebagai bukti bahwa Gus Dur adalah korban politik kadernya sendiri. Namun Gus Dur tetap harum, dikenang dan dicintai bangsa Indonesia.

Baca Juga: Makna Strategis Elektabilitas Dalam Pilkada Tahun 2024

Babak baru perseteruan PBNU dan PKB sekarang ini akan menunjukkan siapa yang betul-betul pejuang dan siapa yang pecundang. Veteran politik PKB tidak akan dikenang karena hanya mengejar kekuasan dan uang. Dia lupa bahwa etika politik dan berpolitik yang beretika akan lebih berarti. Gus Dur tetap akan menjadi permata dimata semua orang bahwa beliau pendiri dan penggagas PKB walau mengalami nasib yang tidak baik.

Gus Dur selalu dihati seluruh warga NU, dan semua warga NU tahu Gus Dur dikhianati, sebentar lagi yang mengkhianati akan menjadi gelandangan politik ketika mereka sudah tidak memiliki jabatan lagi.

Baca Juga: Banggalah Jadi Bagian dari NU, Jangan Pernah Menjadi Kader Pengecut

Kita semua berdoa pada Allah, semoga Allah memberi perlindungan pada seluruh pejuang NU sejati. Kekuasaan seperti mimpi, keindahan sesaat yang pada saatnya akan hancur ditelan waktu bersama dengan orang-orang yang memainkannya. Sejarah telah membuktikan mana permata dan mana batu biasa. Hanya kebesaran Gus Dur yang tetap bertahta di hati rakyat Indonesia.

 

Nganjuk, 25 Agustus 2024
Penulis HM Basori M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy

 

 

 

Ikuti dan dapatkan berita terupdate dari Sakera Kakanper PT Media Nawacita Indonesia (MNI) Nganjuk dan Kediri, Jawa Timur, langsung dari ponselmu, pada situs berita www.nawacitapost.com, melalui aplikasi Facebook, silahkan klik disini, dan disini, juga melalui aplikasi Twitter atau X, silahkan klik disini, pastikan dua aplikasi tersebut sudah terinstall pada ponselmu

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Sumber: HM Basori M.Si Direktur Sekolah Perubahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengambil Hikmah Perjuangan Kader NU Ketika Di PPP

Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:00 WIB

Makna Strategis Elektabilitas Dalam Pilkada Tahun 2024

Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:47 WIB

Pentingnya Memahami Rekam Jejak Kandidat Bupati

Minggu, 11 Agustus 2024 | 20:27 WIB

Jangan Jadikan Uang Jadi Tuhanmu

Jumat, 9 Agustus 2024 | 08:43 WIB

Mewaspadai Oportunis Politik dalam Pilkada 2024

Kamis, 8 Agustus 2024 | 20:22 WIB