Baca Juga: Rahasia dibalik Sumber Asal Usul Rizqi (Uang)
Pemikiran Mahbub Djunaedi masih sangat relevan di zaman sekarang, maka semua kader PMII harus membaca dan menjadikan pemikiran Mahbub sebagai pijakan dalam gerakan. PMII tidak bisa lepas dari Islam Aswaja, karena yang diperjuangkan adalah kemaslahatan dan kemajuan umat Islam.
Tradisi kajian buku buku kiri dan gerakan politik yang lebih keras hanya sebagai sampingan saja. Ghirroh pemuda dibangun dari heroiknya suatu peristiwa atau sikap patriotisnya seorang tokoh, namun tokoh idola kita yang tak kalah hebat dibanding tokoh lain harus menjadi rujukan gerakan kita kembali.
Baca Juga: Menjelang Idul Fitri dan Kesedihan Hati
PMII sekarang harus melakukan perenungan gerakan dan kaderisasi apakah sejalan dengan perkembangan tehnologi ?
PMII sekarang syahwat politiknya over dosis, apakah tidak bisa dibagi peran yang lebih luas, agar masing masing berjuang sesuai dengan profesinya. Ketika dipolitik dipahami sebagai pekerjaan yang paling enak, maka pembagian peran menjadi lebih sempit bahkan antrean dipolitik terlalu panjang.
Baca Juga: Mengintip Situasi Akherat
PMII sekarang ketika sudah selesai kuliah menyelesaikan masalah ekonomi saja tidak tuntas dan sukses, apa arti diklat dan pelatihan selama ini ??
PMII adalah laboratorium kaderisasi untuk menjadi pemimpin masa depan bangsa dan NU. Maka semua harus berbagi peran dalam mempersiapkan keahlian masing masing yang dibutuhkan untuk membangun bangsa dan NU.
Baca Juga: Mencari Berkah di Akhir Romadlon
PMII harus tetap memegang teguh integritas sebagai seorang kader yang mampu menjadi tauladan dan suksesnya hidup di dunia dan akherat. Maka harus saling menguatkan untuk menuju sukses adalah sebuah kewajiban bersama.
PMII adalah kader yang memiliki keahlian dan profesionalitas, maka jangan sampai menggadai kecerdasan intelektualnya hanya untuk kepentingan pribadi hingga nama organisasi tercoreng.
Baca Juga: Idul Fitri Menyadarkan Diri Kita, Kalau Kita Bukan Siapa Siapa !!
PMII adalah kader Islam Aswaja, maka jangan berpaling dari nilai Islam dengan menjalankan syariat Islam dengan benar. Aswaja sebagai sistem berfikir kader harus menjadi landasan dalam gerakan dan sikap.
PMII memiliki jaringan birokrasi yang kuat, namun memanfaatkan jaringan dan potensi yang ada sangat kecil. Maka saatnya memanfaatkan jaringan untuk kemaslahatan organisasi dan alumni.
Artikel Terkait
Jangan Pernah Lupa Allah Dalam Posisi Apapun
Rahasia dibalik Sumber Asal Usul Rizqi (Uang)
Menjelang Idul Fitri dan Kesedihan Hati
Mengintip Situasi Akherat
Mencari Berkah di Akhir Romadlon
Idul Fitri Menyadarkan Diri Kita, Kalau Kita Bukan Siapa Siapa !!
Jangan Pernah Silau Dengan Harta dan Kekuasaan
Idul Fitri dan Sekolah Kehidupan