news

Jalan Provinsi Berubah Jadi Kolam Lele, Warga Way Khilau Tuntut Gubernur Buka Mata!

Jumat, 5 Juni 2026 | 14:34 WIB
Masyarakat Kota Jawa, Kecamatan Kedondong, Pesawaran, Lampung, ketika melakukan aksi protes di jalan (AMRULLOH Nawacita)

NAWACITAPOST.COM – Sebuah pemandangan ironis sekaligus menggelikan terjadi di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Jalan raya yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian, kini berubah fungsi menjadi habitat ikan. Kecewa karena akses jalan penghubung Kedondong–Way Khilau rusak parah hingga menyerupai kubangan, puluhan warga yang bergerak bersama LSM Penjara DPD Provinsi Lampung menggelar aksi damai pada Jumat (5/6/2026).

Namun, aksi kali ini tidak biasa. Di tengah jalan yang hancur dan digenangi air, warga berhasil menangkap ikan lele. Fenomena menggelitik ini menjadi tamparan keras sekaligus simbol teatrikal atas bobroknya infrastruktur yang diabaikan bertahun-tahun.

Dilema Dua Musim: Kubangan Air dan Badai Debu yang Mengancam Nyawa

Penderitaan warga Way Khilau seperti tidak ada habisnya. Hasil investigasi di lapangan menunjukkan potret yang menyedihkan. Ketika hujan tiba, jalanan menjelma menjadi "kolam pemancingan" yang siap memakan korban akibat kecelakaan. Sebaliknya, saat musim kemarau, warga harus menelan pil pahit berupa badai debu pebal yang mengepung pemukiman mereka.

Baca Juga: Skandal Raksasa Di Padangsidimpuan: Sandiwara Jalan 600 Meter untuk Kubur Ratusan Miliar Uang Bantuan Presiden!

Anak-anak kecil dan warga sekitar kini mulai bertumbangan akibat iritasi saluran pernapasan.

"Aspal rusak, air menggenang seperti kolam, bahkan ikan lele bisa berenang di sini! Kondisi ini sangat membahayakan pengendara motor dan mengancam kesehatan penerus bangsa," tegas Humas LSM Penjara DPD Provinsi Lampung dengan nada geram di lokasi aksi.

"Mobil Mewah Pejabat Lewat, tapi Mata Mereka Buta!"

LSM Penjara DPD Lampung saat melakukan aksi demo di jalan yang rusak (AMRULLOH Nawacita)

Kemarahan warga semakin menyala ketika melihat adanya ketimpangan pembangunan yang sangat mencolok. Mereka membandingkan jalan mereka yang dianaktirikan dengan ruas jalan Padang Cermin menuju Kiloan, Tanggamus, yang mulus demi sektor wisata.

Baca Juga: Ironi di Piring Anak Bangsa: Skandal Triliunan Rupiah Makan Bergizi Gratis Runtuhkan Benteng BGN

Warga merasa ada diskriminasi pembangunan yang nyata. Sementara masyarakat Way Khilau "memakan" debu setiap hari, para pejabat daerah dinilai tutup mata.

  • Ironi di Jalanan: Pejabat dengan mobil dinas mewah kerap melintas tanpa peduli guncangan dan penderitaan warga di kanan-kiri jalan.

  • Pertanyaan Besar: Apa bedanya status warga Kedondong–Way Khilau dengan wilayah lain? Mengapa hak mereka untuk mendapatkan jalan layak seolah dirampas?

Tuntutan Tegas: Seret Gubernur Ahmad Mirzani Jausal dan Kadis BMBK ke Lapangan!

Tidak main-main, massa aksi melayangkan tuntutan langsung yang dialamatkan kepada pucuk pimpinan Provinsi Lampung. Mereka mendesak:

  1. Ahmad Mirzani Jausal Gubernur Lampung, dan Jihan Nurlaila Wakil Gubernur, untuk segera turun dari kursi empuk mereka dan melihat langsung penderitaan rakyat Pesawaran.

Halaman:

Tags

Terkini