Kamis, 4 Juni 2026

Mulai Uji Coba, Ini Spesifikasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Minggu, 21 Mei 2023 | 09:23 WIB

Jakarta, NAWACITApost.com - Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mulai melaksanakan tahapan Hot Sliding Test di jaringan Overhead Catenary System (OCS) KCJB pada Jumat (19/5/2023). Uji coba dilanjutkan Sabtu (20/5/2023) dari Stasiun Tegalluar hingga Stasiun Halim.

"Pengetesan pada Jumat berjalan lancar dan EMU berhasil tiba di Stasiun Halim sesuai rencana. Momen ini merupakan momen yang cukup penting, karena pertama kalinya Kereta Api Cepat berjalan dari Tegalluar hingga ke Halim," kata Manager Corporate Comunication KCIC Emir Monti, di Jakarta, dikutip Minggu (21/5/2023).

Lalu, bagaimana dengan spesifikasi KCJB yang bakal diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 18 Agustus 2023 mendatang?

KCJB dikabarkan bakal menggunakan spesifikasi kereta cepat generasi terbaru, bernama CR400AF, yang merupakan hasil pengembangan tipe CRH380A oleh CRRC Qingdao Sifang. Spesifikasi gerbong CR400AF memiliki lebar 3,36 m dan tinggi 4,05 m dengan panjang kepala kereta 27,2 m dan intermediate kereta 25 m. Dengan kata lain CR400AF memiliki dimensi lebih besar dari tipe sebelumnya.

Selain lebih andal, CR400AF juga memiliki masa penggunaan lebih lama, yakni lebih dari 30 tahun sejak tahun produksi. Selain itu, KCJB tipe CR400AF memiliki biaya perawatan yang lebih rendah. Berbeda dengan tipe sebelumnya, CR400AF didesain beroperasi di empat iklim salah satunya di iklim tropis dengan konsisi suhu dan kelembaban tinggi seperti di Indonesia.

Setiap rangkaian CR400AF dilengkapi dua Lightning Arrester untuk meningkatkan keamanan terhadap sambaran petir terutama di sisi peralatan tegangan tinggi. Selain mampu beroperasi di iklim tropis dan cuaca ekstrim, CR400AF juga dipastikan mampu menghadapi kondisi geografis lintasan Jakarta – Bandung yang cenderung menanjak.

Dengan besar daya setiap rangkaian mencapai 9750 kW, CR400AF mampu memberikan akselerasi yang lebih baik saat melewati trase pada elevasi 30 per mil. Dalam kondisi darurat, CR400AF juga dapat digunakan sebagai penarik kereta lainnya meskipun dalam gradien atau elevasi 12 per mil.

CR400AF dilengkapi dengan dua emergency brake. Pertama, Emergency Brake EB yang bekerja berdasarkan perintah driver controller. Fasilitas emergency brake penumpang dan kontrol kewaspadaan masinis. Kedua, disebut Emergency Brake UB yang akan aktif berdasarkan fungsi Automatic Train Protection (ATP), pendeteksi jarak antar kereta dan pada saat power kereta dalam kondisi off atau tidak bekerja. Dengan dua sistem emergency brake ini, CR400AF menawarkan tingkat keamanan yang lebih untuk melindungi kereta pada saat terjadi kesalahan sistem maupun human error.

Satu rangkaian kereta CR400AF terdiri atas 8 gerbong (cars) dengan komposisi empat cars bermotor dan empat cars tanpa motor. Dengan komposisi ini memungkinkan kereta CR400AF memiliki kecepatan desain hingga 420km/jam dan kecepatan operasional 350 km/jam.

Meskipun kecepatan tinggi, dari sisi kenyamanan CR400AF memiliki cabin noise yang lebih rendah sehingga mampu meredam getaran dan suara di dalam kereta dengan lebih optimal. Dengan kecepatan tinggi tersebut, CR400AF Kereta Cepat Indonesia akan menempuh jarak 142,3 km Jakarta – Bandung hanya dalam waktu 36 menit untuk perjalanan langsung hingga 46 menit dengan kondisi perjalanan berhenti di setiap stasiun.

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini